Belum 'Digarap' Serius oleh Para Penulis, Sastra Anak Bisa Jadi Peluang Penulis Kini dan Mendatang

- Rabu, 3 Agustus 2022 | 13:51 WIB
Dimas Indianto, Teguh Trianton, Heru Kurniawan dan Ahmad Tohari dalam temu sastra Mastera di UIN Saizu Purwokerto Kamis 28 Juli 2022( SM Banyumas/dok)
Dimas Indianto, Teguh Trianton, Heru Kurniawan dan Ahmad Tohari dalam temu sastra Mastera di UIN Saizu Purwokerto Kamis 28 Juli 2022( SM Banyumas/dok)

 

PURWOKERTO, suaramerdeka-banyumas.com- Karya sastra anak dan kajiannya bisa menjadi peluang bagi penulis di masa sekarang dan mendatang. Pasalnya saat ini minat kepenulisan sastra anak di Indonesia masih terbilang minim.

Penulis sastra anak, Heru Kurniawan mengatakan jika dilihat dari fenomena anak dan sastra anak saat ini terlihat persoalan serius.

Ia melihat saat ini saja, sastra anak hanya didominasi oleh penulis dari kalangan ibu rumah tangga.

"Konsentrasi ke penulis lain untuk ke sastra anak ini agak kurang. Penerbitan juga masih kurang berorientasi pada sastra anak," kata penulis yang naskah buku cerita anaknya 'ngendon' di penerbitan.

Baca Juga: Ini Isi Perbincangan Sastra dan Indonesia dari Ahmad Tohari dengan Pembaca Ronggeng Dukuh Paruk di Jerman

Tak hanya karya sastra anak, Heru yang juga dosen di UIN Prof KH Saifuddin Zuhri atau UIN Saizu Purwokerto mengatakan kajian, riset dan kritik sastra anak saat ini juga masih langka.

Padahal dari pengamatannya, banyaknya sastrawan yang terpandang, kehidupan masa kecilnya tidak lepas dari sastra anak.

Heru melihat ada tipikal orang tua membelanjakan buku untuk anaknya itu berorientasi pada pragmatisme edukatif.

Mereka mencari buku cerita yang ada moralnya, ada nilai karakternya. Sementara orientasi estetika lokalitas yang masih murni kurang terperhatikan.

Halaman:

Editor: Susanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Geguritan 'Cianjur Nangis Nggaur' Karya Wanto Tirta

Senin, 28 November 2022 | 11:20 WIB
X