Mitos-mitos di Jalur Pendakian Baturraden, Pendaki Dilarang Berbuat Maksiat hingga Tak Boleh Kencing Sembarang

- Jumat, 22 Juli 2022 | 11:28 WIB
Ilustrasi Tafsir Mimpi yang Berkaitan dengan Sebuah Gunung (SMBanyumas/Nugroho Pandhu Sukmono)
Ilustrasi Tafsir Mimpi yang Berkaitan dengan Sebuah Gunung (SMBanyumas/Nugroho Pandhu Sukmono)

BATURRADEN, suaramerdeka-banyumas.com - Bagi para pendaki, kawasan lereng Gunung Slamet terkenal dengan berbagai mitos dan larangan yang tidak boleh dilakukan.

Apalagi saat pendakian ritual Malam Satu Suro, yang tahun ini digelar 29-30 Juli 2022.

Para pendaki ritual yang akan ikut serta pada wajib mengetahui berbagai pantangan dan mitos yang berkembang di kalangan masyarakat.

"Contohnya di Samarantu, kawasan di bawah batas vegetasi. Di lokasi ini banyak godaan mahluk halus bagi pendaki dengan iman yang tipis. Karena itu, jangan lupa berdoa dan melaksanakan ibadah sebelum dan saat mendaki," kata sesepuh pariwisata dan budaya kawasan Baturraden, Deskart Sotyo Jatmiko, Jumat, 22 Juli 2022.

Baca Juga: Mau Ikut Pendakian Malam Satu Suro di Gunung Slamet, Ini Persyaratan dan Pantangannya

Dia menuturkan, ada sebuah mitos masyarakat di kawasan non vegetasi, dengan ketinggian sekitar 3.000-3.400 meter di atas permukaan laut.

Di tempat dengan kontur miring dan berbatu itu berdiam sosok danyang bernama Sang Hyang Resik.

Deskart bercerita, tahun 2004 lalu, 30 pendaki kesurupan karena ada sepasang muda-mudi yang menginap di satu tenda.

"Semua niatan harus suci, dilarang melakukan perbuatan dosa atau maksiat, atau resiko akan terjadi. Dulu tahun 2004 dari 60 pendaki ritual Suran, 30 diantaranya kesurupan akibat ada sepasang muda-mudi pendaki yang menginap dalam satu tenda. Akhirnya semua menanggung akibatnya," kata.

Halaman:

Editor: Nugroho Pandhu Sukmono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Healing Terbaik yang Islami: Kembali ke Nabi Muhammad

Selasa, 7 Februari 2023 | 15:00 WIB
X