'Klimurologi Sejarah Banyumas', Benarkah Joko Kahiman Bukan Nama Kecil Bupati Pertama Banyumas?

- Kamis, 14 Juli 2022 | 20:05 WIB
LUNCURKAN BUKU: Guru Besar Sejarah Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Prof Sugeng Priyadi saat meluncurkan bukunya Klirumologi Sejarah Banyumas, di Pendapa Si Panji Purwokerto, Kamis, 14 Juli 2022. (SMBanyumas/Nugroho Pandhu Sukmono )
LUNCURKAN BUKU: Guru Besar Sejarah Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Prof Sugeng Priyadi saat meluncurkan bukunya Klirumologi Sejarah Banyumas, di Pendapa Si Panji Purwokerto, Kamis, 14 Juli 2022. (SMBanyumas/Nugroho Pandhu Sukmono )

PURWOKERTO, suaramerdeka-banyumas.com - Guru Besar Sejarah Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Prof Sugeng Priyadi mengemukakan, Joko Kahiman, bukanlah nama kecil Bupati Banyumas pertama.

Namun, dia menyebut nama kanak-kanak Adipati Werga Utama II ini masih belum ditemukan.

Sugeng mengatakan itu sesaat sebelum peluncuran bukunya berjudul 'Klirumologi Sejarah Banyumas', di Pendapa Si Panji Purwokerto, Kamis, 14 Juli 2022.

Buku ini memuat 33 ulasan mengenai sejarah dan mitos yang berkembang di masyarakat wilayah eks Karesidenan Banyumas yang perlu dikaji ulang.

Baca Juga: Hari Jadi Banyumas, Ini Wajah dan Profil Joko Kahiman, Adipati/Bupati Pertama Banyumas Alias Adipati Mrapat

Menurut Direktur Banjoemassch Instituut ini, Joko Kahiman bukanlah nama kecil Bupati Banyumas pertama. Nama tersebut hanya sebutan atau julukan saja.

"Orang Jawa punya tradisi nama kecilnya dirahasiakan, karena tabu. Ketika menikah baru menggunakan nama dewasa. Jaka Kahiman memiliki arti lelaki yang beriman jadi seperti julukan saja," ujarnya.

Dia menyebut, kekeliruan dalam catatan sejarah di wilayah eks karesidenan Banyumas terjadi karena salah penerapan metode penelusuran sejarah.

"Saya jengah dengan banyaknya orang ngomong tentang sejarah kok keliru, entah pejabat, entah dosen. Kesalahan itu berkaitan dengan sumber, pencarian sumber, ya pokoknya metode sejarah sampai ke penulisannya. Keliru tapi terus menerus, tidak ada (upaya) perubahan-perubahan," kata dia.  

Halaman:

Editor: Nugroho Pandhu Sukmono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Healing Terbaik yang Islami: Kembali ke Nabi Muhammad

Selasa, 7 Februari 2023 | 15:00 WIB

Rianto: Tari adalah Bahasa Tubuh

Jumat, 20 Januari 2023 | 16:21 WIB
X