Masih Banyak Pemandu Wisata Tak Resmi, HPI Banyumas: Itu yang Meresahkan

- Rabu, 29 Juni 2022 | 18:44 WIB
UJI KOMPETENSI: Sejumlah pemandu wisata mengikuti sertifikasi kompetensi kerja bidang kepemanduan wisata yang digelar DPC HPI Banyumas dan LSP Pariwisata Gunadharma Utama di Surya Yudha Hotel Purwokerto, Rabu, 29 Juni 2022.  (SMBanyumas/Nugroho Pandhu Sukmono  )
UJI KOMPETENSI: Sejumlah pemandu wisata mengikuti sertifikasi kompetensi kerja bidang kepemanduan wisata yang digelar DPC HPI Banyumas dan LSP Pariwisata Gunadharma Utama di Surya Yudha Hotel Purwokerto, Rabu, 29 Juni 2022. (SMBanyumas/Nugroho Pandhu Sukmono )

PURWOKERTO, suaramerdeka-banyumas.com - Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Banyumas memperkirakan masih banyak pemandu wisata tak resmi yang beroperasi di wilayahnya. Hal ini meresahkan bagi para pramuwisata yang sudah memiliki sertifikasi.

Itu dikemukakan Ketua DPC HPI Banyumas, Heri Narsinto di sela sertifikasi kompetensi kerja bidang kepemanduan wisata di Surya Yudha Hotel Purwokerto, Rabu (29/6).

Uji kompetensi tersebut digelar yang digelar DPC HPI Banyumas dan LSP Pariwisata Gunadharma Utama yang bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Menurut Heri, para pemandu wisata ilegal tersebut sangat meresahkan.

Baca Juga: Libur Sekolah, Jumlah Wisatawan yang Berkunjung ke Banyumas Naik 2-16 Persen

Selain karena dapat memperburuk citra wisata daerah dan rawan terjadi komplain apabila mereka tidak bekerja secara profesional.

"Sebetulnya masih banyak di luar yang tidak terdaftar (organisasi) HPI. Itu yang justru meresahkan," kata dia.

Oleh karena itu, pihaknya mendorong para pekerja di sektor pariwisata untuk mendapatkan sertifikasi kompetensi. Tujuannya agar pelayanan terhadap wisatawan lebih nyaman, aman dan terjamin.

Baca Juga: Agenda Wisata Banyumas Masih Libur, Sabar ya...

Halaman:

Editor: Nugroho Pandhu Sukmono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Agenda Wisata Banyumas Masih Libur, Sabar ya...

Selasa, 21 Juni 2022 | 19:37 WIB
X