Corong dan Torn Air Stasiun Karangsari Berusia 108 Tahun Dipreservasi, Begini Tampilannya Sekarang

- Jumat, 27 Mei 2022 | 18:57 WIB
MERESMIKAN: Anggota IRPS, sejumlah pejabat PT KAI Daop V Purwokerto serta railfans Banyumas dan sekitarnya meresmikan Corong dan Torn Air eks pengisian air lokomotif uap yang telah dipreservasi di area komplek Stasiun Karangsari, Karangtengah, Banyumas, Jumat 27 Mei 2022. (SMBanyumas/Nugroho Pandhu Sukmono)
MERESMIKAN: Anggota IRPS, sejumlah pejabat PT KAI Daop V Purwokerto serta railfans Banyumas dan sekitarnya meresmikan Corong dan Torn Air eks pengisian air lokomotif uap yang telah dipreservasi di area komplek Stasiun Karangsari, Karangtengah, Banyumas, Jumat 27 Mei 2022. (SMBanyumas/Nugroho Pandhu Sukmono)

BANYUMAS, suaramerdeka-banyumas.com  - Indonesian Railway Preservation Society (IRPS) meresmikan corong dan torn air berusia kurang lebih 108 tahun yang telah dipreservasi di area komplek Stasiun Karangsari, Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Banyumas, Jumat, 27 Mei 2022.

Aset yang masuk wilayah PT KAI Daop V Purwokerto tersebut merupakan salah satu peninggalan bersejarah yang masih utuh dan dapat digunakan.

Ketua Umum IRPS, Ricki Dirjo, corong dan torn air tersebut merupakan bagian dari sejarah pelayanan dan perkembangan kereta api di Indonesia. Di Banyumas, program preservasi ini menjadi pilot proyek perdana.

Baca Juga: Daop 5 Layani 259.826 Pelanggan KA Selama Masa Angkutan Lebaran 2022

"Rencananya masih ada beberapa lagi yang sudah masuk di radar kita, seperti Terowongan Ijo yang sudah tidak terpakai saat ini. Selain itu juga ada Stasiun Notog dan Kebasen. Untuk Terowongan Notog mungkin nanti akan ada preservasi minor juga," katanya.

Dia menjelaskan, upaya preservasi yang dilakukan yakni pengecatan ulang, penambalan dinding yang keropos dan retak pada bangunan penampungan air, serta menambahkan sekat untuk taman.

Taman tersebut, kata dia, dipercantik agar masyarakat dapat menikmati saat berkunjung.

Baca Juga: Daop V Purwokerto Pastikan Jalur Kereta Api Aman untuk Arus Mudik Lebaran

Menurutnya, torn air dan corong ini dibangun sekitar tahun 1913-1914 saat perusahaan kereta api milik Belanda Staats Spoorwegen (SS) mulai mengembangkan jalur Cirebon - Kroya. Dengan demikian, usia bangunan tersebut sudah seabad.

Halaman:

Editor: Nugroho Pandhu Sukmono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X