Presiden Penyair dan Geguritan Bertarung di Ontran-ontran Sastra, Siapa yang Menang?

- Selasa, 24 Mei 2022 | 13:01 WIB
ANAK-ANAK membacakan puisi di arena Ontran-ontran Sastra yang diadakan di Balai Desa Cihonje Gumelar Sabtu 21 Mei 2022 malam. (SMBanyumas/dok)
ANAK-ANAK membacakan puisi di arena Ontran-ontran Sastra yang diadakan di Balai Desa Cihonje Gumelar Sabtu 21 Mei 2022 malam. (SMBanyumas/dok)

BANYUMAS, suaramerdeka-banyumas.com- Kalau ingin tahu bagaimana ibadah budaya itu dilaksanakan oleh para penyair, penulis, pegiat seni budaya, lihatlah Ontran-ontran Sastra yang baru saja dilakoni Komunitas Literasi dan Sastra Banyumas Barat di Balai Desa Cihonje Kecamatan Gumelar Sabtu 21 Mei 2022 malam.

Dalam gelaran budaya itu, mereka melakukan berbagai aksi yang sering dipandang aneh di mata orang awam dari berteriak-teriak, tertawa dan tiba-tiba menangis. Ada pula yang berguling di atas hingga jatuh ke panggung.

Istimewanya lagi malam kemarin juga menjad pertemuan dua “presiden” yaitu Presiden Penyair Banyumas Raya Eddy Pranata PNP dengan Presiden Geguritan Banyumas Raya Wanti Tirta.

Baca Juga: Belajar dari Tanggul Jebol Tanjung Mas Semarang, Ganjar Peringatkan Warga Pantai Waspada

Di tengah guyuran hujan di luar arena, namun pertarungan dua Presiden hingga banyak pendekar sastra dan panyair itu berlangsung cukup sengit.

Tak hanya seni budaya modern, ajang itu juga menjadi ajang para pegiat seni budaya untuk menampilkan pembacaan puisi, geguritan, mantra, musikalisasi puisi, musikalisasi geguritan, gendingan, baca cerpen dan pemutaran film pendek.

Ketua panitia penyelenggara Eddy Pranata PNP mengatakan pendukung acara ini antara lain Jaringan Sastra Pinggir Kali (Jaspinka), Komunitas Orang Pinggiran Indonesia (KOPI), Blakasuka Ora Kegedhen Rumangsa (Blakdhen), Gubuk Kecil, Gendhingan Mangku Budaya Cirebah, dan semua lapisan masyarakat penyinta literasi/sastra mulai dari Taman Kanak-kanak, remaja sampai dewasa.

Baca Juga: Pencatatan Nama Minimal Dua Kata, Ini Penjelasan Kemendagri

“Ontran-ontran Sastra adalah ibadah sastra-budaya dari pinggiran desa. Ini acara bersama dari beberapa komunitas untuk seluruh lapisan masyarakat. Arus bawah yang senantiasa terus menggeliat,” ujar Eddy Pranata.

Halaman:

Editor: Susanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Geguritan 'Cianjur Nangis Nggaur' Karya Wanto Tirta

Senin, 28 November 2022 | 11:20 WIB
X