Di Luar Menara Pandang, Proyek PEN Pariwisata Dijamin Selesai Akhir Januari

- Rabu, 19 Januari 2022 | 14:06 WIB
DILENGKAPI GARDU PANDANG: Kawasan wisata di Baturraden bakal dilengkapi gardu pandang yang bisa melihat langsung Kota Purwokerto dan Kabupaten Cilacap. Perkembangan pekerjaan ditinjau rombongan DPRD Banyumas, Selasa 18 Januari 2022. (SM Banyumas/Agus Wahyudi-)
DILENGKAPI GARDU PANDANG: Kawasan wisata di Baturraden bakal dilengkapi gardu pandang yang bisa melihat langsung Kota Purwokerto dan Kabupaten Cilacap. Perkembangan pekerjaan ditinjau rombongan DPRD Banyumas, Selasa 18 Januari 2022. (SM Banyumas/Agus Wahyudi-)
PURWOKERTO, suaramerdeka-banyumas.com-Pemkab Banyumas menjamin sejumlah proyek infrastruktur pengembangan pariwisata yang didanai dari pinjaman program pemulihan ekonomi nasional (PEN), bisa selesai sampai akhir Januari. 
 
Semula dirancang, pekerjaan selesai hingga akhir Desember 2021 lalu.
 
Namun dalam perjalanan pelaksanaan pekerjaan, muncul sejumlah perubahan dan kendala. Sehingga mempengaruhi waktu pekerjaan dan penyesuaian paket pekerjaanya.
 
 
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Banyumas, Irawadi mengatakan,  dari tujuh paket pekerjaan dibawah dinasnya,  hanya satu paket yang waktunya diperpanjang hingga  akhir Maret mendatang.
 
Yakni menara pandang di kawasan Gerilya-Soedirman (GS) Purwokerto, senilai Rp 65 miliar. 
 
"Diluar menara pandang, sampai akhir Januari ini,  pekerjaan sudah bisa diserahkan karena rata-rata sudah di atas 80-90 persen. Kalau menara pandang sekitar 60 persen," katanya di Baturraden, saat mendampingi tinjauan prproyek PEN oleh rombongan DPRD Banyumas, Selasa 18 Januari 2022.
 
 
Menurutnya, khusus untuk pekerjaaan pembangunan jembatan penyebarangan orang (JPO), tembus dari Bukit Bintang ke kawasan Indraprama (IP), pusat oleh-oleh UMKM, belum bisa dilanjutkan selesai karena sebagian melewati lahan yang masih dalam penyelesaian hukum. 
 
Ada 10 bangunan (rumah) yang masih diselesaiakan untuk penyerahan ke pemkab. Proses hukum sudah final (inkrah). 
 
"Informasinya, pemkab sudah menang (inkrah). Tapi ini belum bisa dilanjut sampai akhir Januari ini.  Masih ada 10 bangunan (rumah) yang sedang tahap penyelesaian untuk biaya pembongkaran," katanya.
 
 
Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Banyumas Purwadi Santoso mengatakan,  pekerjaan Taman Botani sebelumnya tidak diberi toleransi perpanjangan waktu, karena tidak memenuhi unsur perpanjangan waktu.
 
"Kalau yang lain dinilai memenuhi, seperti ada perubahan gambar (desain) dan terkendala lahan.  Sehingga mempengaruhi perubahan waktu pekerjaan. Yang di Baturraden, semua diperpanjang sampai akhir Januari, bedanya, hanya satu yang kena denda (Taman Botani)," terang dia. 
 
Purwadi mengatakan, meski sudah diperpanjang, pakerjaan tersebut tetap harus diselesaikan sampai akhir Januari 2022. Pasalnya, setelah ini masih membutuhkan penambahan sarana-prasarana pelengkap, termasuk finishing. 
 
 
"PEN kepariwisataan ini ditarget segera bisa menghasilkan (by return), karena  ini didanai dari pinjaman ke pemerintah melalui PT Sarana Multi Infrakstruktur (SMI), dengan skema pemotongan DAU selama lima tahun ke depan.  Total pinjaman dana PEN sekitar Rp 191 miliar, tapi setelah lelang yang dipakai sekitar Rp 185,3 miliar," terangnya.***
 

Editor: Susanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pengembangan Pariwisata Tidak Bisa Sendiri

Kamis, 19 Januari 2023 | 19:22 WIB

Imbas PPKM Dicabut, Sektor Wisata Mulai Bergeliat

Selasa, 3 Januari 2023 | 19:46 WIB

Sambut Nataru, PT KAI Operasikan Kereta Paranomic

Selasa, 27 Desember 2022 | 09:44 WIB
X