Lewat Literasi, Selera Humor NU Harus Disegarkan Kembali

- Senin, 10 Januari 2022 | 08:17 WIB
SAMPAIKAN CERITA: Penulis buku Kisah-kisah Banser yang Mendebarkan, Gus Nadhief Shidqi saat berbincang bersama Ahmad Tohari saat bedah buku di Gubug Carablaka, Tinggarjaya, Jatilawang.
SAMPAIKAN CERITA: Penulis buku Kisah-kisah Banser yang Mendebarkan, Gus Nadhief Shidqi saat berbincang bersama Ahmad Tohari saat bedah buku di Gubug Carablaka, Tinggarjaya, Jatilawang.

BANYUMAS, suaramerdeka-banyumas.com-Nahdlatul Ulama (NU) dalam waktu satu dekade terakhir terlalu larut terseret dan diseret-seret pihak yang berkepentingan dalam kontestasi demokrasi.

Akhirnya humor yang menjadi khasanah kekayaan NU seperti tenggelam dalam hingar bingar Pilkada, Pileg hingga Pilpres.

Hal itu disampaikan penulis buku Kisah-kisah Banser yang Mendebarkan, Nadhief Shidqi saat bedah buku di Gubug Carablaka, Tinggarjaya, Jatilawang bersama budayawan sastrawan Ahmad Tohari pekan lalu.

Baca Juga: Akselerasi Vaksinasi Anak, Polres Purbalingga Sasar 6.532 Pelajar Sehari

"Ada yang hilang yang sebelumnya kental sebagai jatidiri NU yaitu selera humor.

Untuk itulah kita perlu menyegarkan kembali selera humor NU," katanya pengurus GP Ansor Wilayah Jawa Tengah ini.

Dijelaskan Gus Nadhief begitu ia akrab disapa, kader NU, Ansor Banser hingga saat ini terus memaksimalkan kekuatannya untuk melawan narasi-narasi yang menyerang NU.

Baca Juga: Tak Penuhi Syarat Permenristekdikti, Satu Kanidat Calon Rektor Unsoed Gugur

Hal ini telah terjadi sejak jaman jaman Belanda, pemberontakan pasca proklamasi, PKI, orde baru hingga reformasi.

Halaman:

Editor: Susanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X