Kegiatan Seni Budaya Jalan, Protokol Kesehatan Tak Boleh Diabaikan

- Minggu, 24 Oktober 2021 | 18:54 WIB
BERIKAN SAMBUTAN: Camat Gumelar, Arif Triyanto saat memberikan sambutan dalam acara peluncuran buku puisi dan geguritan Sunyi dan Secangkir Kopi oleh Komunitas Blakdhen Gumelar Selasa 19 Oktober 2021 (SM Banyumas/Susanto).
BERIKAN SAMBUTAN: Camat Gumelar, Arif Triyanto saat memberikan sambutan dalam acara peluncuran buku puisi dan geguritan Sunyi dan Secangkir Kopi oleh Komunitas Blakdhen Gumelar Selasa 19 Oktober 2021 (SM Banyumas/Susanto).


BANYUMAS, suaramerdeka-banyumas.com-Warga termasuk para pegiat seni diminta tetap tak mengabaikan protokol kesehatan meskipun kegiatan seni budaya saat ini mulai berjalan.

Hal itu disampaikan Camat Gumelar, Arif Triyanto saat memberikan sambutan dalam acara peluncuran buku puisi dan geguritan oleh Komunitas Blakdhen Gumelar di Balai Desa Cihonje, Selasa 19 Oktober 2021.

"Meskipun telah mulai mereda, tetapi kami minta tidak boleh abai dan euforia sebagaimana pesan dari Bupati.

Baca Juga: Dibuka Lagi 2300 Kuota Pendaftaran Vaksinasi Covid-19 lewat vaberaya.banyumaskab.go.id

Untuk itulah kami berharap protokol kesehatan tetap berjalan," katanya.

Selain soal protokol kesehatan, Arif juga meminta kepada masyarakat untuk bangga dengan produk hingga kearifan yang ada di wilayahnya masing-masing termasuk dari Kecamatan Gumelar.

Diharapkan dengan berbagai produk ini dapat diangkat dan diperkenalkan ke wilayah lainnya.

Baca Juga: Polisi Sudah Ungkap 13 Kasus dan 57 Tersangka Kasus Pinjaman Online Ilegal

"Tujuannya selain untuk promosi tentulah untuk mendorong kesejahteraan masyarakat.

Untuk itulah jangan malu dengan berbagai potensi hingga prestasi yang ada di wilayah kita ini," tegasnya.

Pegiat Komunitas Blakdhen asal Cihonje, Riswo Mulyadi mengatakan pandemi memang memaksa orang mencari siasat dalam berkesenian.

Baca Juga: Penyihir Hawkins Ditebas Killer, Review One Piece Chapter 1029

Untuk itulah, selama pandemi Covid-19 yang ada ini pihaknya menghimpun karya tulis sastra secara daring.

"Jadi sebelum peluncuran buku ini, kita berinteraksi secara daring mulai dari penataan ide hingga sampai tahap penerbitan.

Jadi baru setelah Covid-19 ini mereda inilah kita akhirnya menggelar peluncuran buku ini," katanya. 

Halaman:

Editor: Susanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Berikut ini Bunyi Tepuk Puasa atau Tepuk Saum

Rabu, 22 Maret 2023 | 18:59 WIB

Ini Alasan Produksi Film Butuh Manajemen yang Rapi

Senin, 20 Maret 2023 | 12:36 WIB

DKKB Lantik Pengurus Pakumas Korcam Kembaran

Senin, 20 Maret 2023 | 08:23 WIB
X