Ada Aturan Ganjil Genap di Kawasan Wisata Baturraden, Cek Tanggal Sebelum Berakhir Pekan

- Selasa, 21 September 2021 | 13:59 WIB
BERKUNJUNG Sejumlah wisatawan berkunjung pada saat uji coba penerapan protokol kesehatan di Lokawisata Baturraden, Banyumas, beberapa waktu lalu.  ((SMBanyumas/Nugroho Pandhu Sukmono))
BERKUNJUNG Sejumlah wisatawan berkunjung pada saat uji coba penerapan protokol kesehatan di Lokawisata Baturraden, Banyumas, beberapa waktu lalu. ((SMBanyumas/Nugroho Pandhu Sukmono))


PURWOKERTO, suaramerdeka-banyumas.com - Sistem pengaturan plat nomor ganjil genap akan diterapkan di kawasan wisata Baturraden, Banyumas, setiap akhir pekan.

Kasat Lantas Polresta Banyumas Kompol Ari Prayitno mengatakan, pemberlakuan aturan ganjil genap ini bertujuan untuk mengurangi mobilitas masyarakat menuju tempat wisata di kawasan Baturraden.

Uji coba penerapan ganjil genap akan dilakukan pada Sabtu - Minggu, 25-26 September 2021 atau akhir pekan ini.

"Ada empat titik yang menjadi pos pemantauan. Yakni di perempatan Kebumen, pertigaan Langentirto, Pringsewu dan pertigaan Limpakuwus," jelas Ari.

Baca Juga: Catat, Ini Daftar Objek Wisata di Banyumas yang Sudah Diverifikasi

Uji coba penerapan ganjil genap plat kendaraan yang baru pertama di Banyumas dilaksanakan bersamaan dengan digelarnya Operasi Patuh Candi 2021.

Sabtu dan Minggu dipilih untuk uji coba karena pada akhir pekan mobilitas kendaraan meningkat karena banyak wisatawan yang berkunjung ke Baturraden.

Pada tanggal ganjil, maka kendaraan yang boleh lewat berplat nomor ganjil dan sebaliknya.

"Oleh karena operasi dilaksanakan dengan cara simpatik, pada saat uji coba penerapan ganjil genap juga dilaksanakan secara simpatik. Artinya kalau ada kendaraan yang tidak sesuai dengan jadwal, maka petugas akan meminta untuk berputar balik," jelasnya.

Baca Juga: Sudah Diverifikasi, 42 Objek Wisata di Banyumas Siap Buka Kembali

Ari menambahkan uji coba penerapan ganjil genap sesuai hari yang ditentukan tersebut diperuntukkan pada wisatawan saja.

Untuk penduduk setempat yang melaksanakan kegiatan rutin tetap bisa jalan seperti mau beraktivitas ke kerja.

"Jadi warga setempat atau lokal tidak perlu khawatir," ujar Ari.

Editor: Nugroho Pandhu Sukmono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pengelola Wisata Desa Gencarkan Promosi lewat Medsos

Selasa, 21 September 2021 | 09:30 WIB
X