Buka Puasa Bersama Tokoh-tokoh Agama di Purwokerto, Sinta Nuriyah Wahid Minta Jaga Keutuhan Bangsa

- Selasa, 28 Maret 2023 | 20:20 WIB
Istri mendiang Presiden keempat, KH Abdurrahman Wahid, Sinta Nuriyah Wahid bersama tokoh agama di Banyumas pada acara berbuka bersama yang digelar Timker HAK Paroki Katedral Kristus Raja, di Gedung Paschalis Hall  Purwokerto, Selasa, 28 Maret 2023.  (SMBanyumas/Nugroho Pandhu Sukmono)
Istri mendiang Presiden keempat, KH Abdurrahman Wahid, Sinta Nuriyah Wahid bersama tokoh agama di Banyumas pada acara berbuka bersama yang digelar Timker HAK Paroki Katedral Kristus Raja, di Gedung Paschalis Hall Purwokerto, Selasa, 28 Maret 2023. (SMBanyumas/Nugroho Pandhu Sukmono)

PURWOKERTO, suaramerdeka-banyumas.com - Istri mendiang Presiden keempat, KH Abdurrahman Wahid, Sinta Nuriyah Wahid, berbuka puasa bersama dengan tokoh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Banyumas, Gusdurian Banyumas, tokoh masyarakat, anak-anak penyandang disabilitas ganda, panti asuhan serta perwakilan Forkompimda Banyumas di Paschalis Hall Purwokerto, Selasa, 28 Maret 2023.

Di hadapan peserta buka bersama, Sinta menyebut kegiatan tersebut tak sekadar bersilaturrahmi, tetapi juga menjadi wujud miniatur Indonesia yang pluraris dan humanis, seperti warna pelangi.

Apabila salah satu warnanya hilang, maka tidak lengkap.

"Apabila semuanya bersatu padu dalam satu rumah yang disebut Indonesia, itu menjadi indah," kata dia.

Baca Juga: Panggung Budaya, Cara Generasi Muda Meneladani Pemikiran Gus Dur

Menurutnya, pandemi Covid -19 telah memukul semua sendi kehidupan. Hal ini meninggalkan banyak kesengsaraan yang dialami masyarakat.

Dia mengatakan, Safari Ramadan tersebut sudah digelar semenjak masih mendiang Gus Dur masih hidup dan sempat terhenti karena pandemi Covid -19.

Menurutnya, agenda ini tujuannya untuk merajut kebersamaan antaranak bangsa.

Baginya, buka bersama lintas agama yang jadi lambang persatuan ini harus tetap terus dilakukan dari satu tempat ke tempat yang lain.

Baca Juga: Jaringan Gusdurian dan Khofifah Indar Parawansa Mengenang Gus Dur Saat Dilengserkan Tinggalkan Istana

"Kita harus menjaga persatuan dan kesatuan, karena kita berada di Indonesia, yang banyak perbedaan suku dan bangsa," tandasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Tim Kerja Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan Paroki Katedral Kristus Raja Purwokerto, RD Martinus Ngarlan mengatakan, pihaknya menggelar acara buka puasa tersebut untuk menjalin silaturrahmi dan persaudaraan sejati antar umat Tuhan yang beraneka perbedaan.

Selain berbuka puasa bersama, pihaknya juga menggelar doa bersama.

"Kami berdoa untuk kesatuan dan persatuan bangsa NKRI, serta pandemi Covid-19 yang berangsur membaik," kata dia.

Halaman:

Editor: Nugroho Pandhu Sukmono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X