Inflasi Purwokerto dan Cilacap 2022 Diprediksi Tinggi

- Senin, 5 Desember 2022 | 13:50 WIB
TPID Banyumas menggelar pasar murah komoditas pangan stratis sebagai upaya pengendalian inflasi di Purwokerto. (foto dok BI Purwokerto)
TPID Banyumas menggelar pasar murah komoditas pangan stratis sebagai upaya pengendalian inflasi di Purwokerto. (foto dok BI Purwokerto)

PURWOKERTO, suaramerdeka-banyumas.com - Inflasi Kota Purwokerto dan Cilacap pada tahun 2022 diprediksi lebih tinggi dari batas atas sasaran.

Inflasi akan kembali dalam sasaran inflasi 3±1 year on year (yoy) pada tahun 2023.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto, Mursidi mengatakan, risiko yang dapat mempengaruhi pencapaian inflasi pada tahun berjalan di antaranya permintaan domestik meningkat sejalan dengan tren pemulihan ekonomi nasional.

Kemudian, masih tingginya harga energi dan pangan global (imported inflation), ketegangan geopolitik, serta risiko bergejolaknya harga pangan.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Banyumas, Kota Purwokerto pada November 2022 tercatat inflasi 0,31 persen.

Kemudian, secara tahun kalender inflasi sebesar 5,96 persen dan secara tahunan inflasi 6,75 persen.

Baca Juga: Kabar Letusan Gunung Semeru Dapat Sebabkan Tsunami hingga ke Jepang, BNPB Sebut Kemungkinannya Kecil

Capaian inflasi tahunan tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata historis inflasi November 2019 hingga 2021 sebesar 1,89 persen.

Kemudian Kota Cilacap pada periode yang sama inflasi 0,20 persen. Secara tahun kalender inflasi sebesar 6,18 persen dan inflasi secara tahunan pada posisi November 2022 sebesar 7,04 persen.

Halaman:

Editor: Puji Purwanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pelaku UMKM Banyumas Didorong Masuk Anggota Asosiasi

Jumat, 20 Januari 2023 | 16:14 WIB
X