Inflasi, Bisnis UMKM Terus Tumbuh, BRI Dukung Pemberdayan dan Pembiayaan Komprehensif

- Minggu, 20 November 2022 | 11:12 WIB
BRI Rilis Indeks Bisnis UMKM Kuartal ke 3 2022: Bisnis UMKM Terus Tumbuh di Tengah Laju Inflasi
BRI Rilis Indeks Bisnis UMKM Kuartal ke 3 2022: Bisnis UMKM Terus Tumbuh di Tengah Laju Inflasi

JAKARTA, suaramerdeka-banyumas.com- PT Bank Rakyat Indoenesia (Persero) Tbk atau BRI terus mengoptimalkan dukungan pemberdayaan dan pembiayaan komprehensif untuk pertumbuhan UMKM di tengah inflasi yang terus menghadang.

Hal itu disampaikan Direktur Utama BRI Sunarso usai dirilisnya hasil Survei Kegiatan Usaha dan Sentimen Bisnis UMKM BRI memiliki sampel lebih dari 7.090 responden UMKM yang tersebar disemua sektor ekonomi dan di 33 provinsi kepada 7.090 responden UMKM yang tersebar disemua sektor ekonomi dan di 33 provinsi di Indonesia oleh BRI Research Institute.

Sunarso menyatakan pertumbuhan UMKM memiliki multiplier effect yang kuat terhadap perekonomian Indonesia.

“Sebanyak 60,51% PDB Indonesia disumbangkan dari sektor UMKM dan hal itu yang menjadi perhatian kami untuk menjaga UMKM dapat tetap tumbuh menghadapi berbagai tantangan ekonomi, termasuk inflasi. BRI terus mengalokasikan resources yang dimiliki untuk memberdayakan dan menumbuhkembangkan UMKM,” jelasnya.

Baca Juga: Jadwal Film di Rajawali Cinema Purwokerto, Sri Asih Sudah Tayang Juga

Dari hasil survey tersebut menunjukkan trend bisnis UMKM di kuartal III 2022 mengalami fase optimis karena telah mencapai skor 103,2.

Sejumlah faktor menjadi penopang pertumbuhan bisnis UMKM pada kuartal III-2022. Pertama, Pandemi COVID-19 yang cenderung terkendali. Kedua, kegiatan tatap muka, baik work from office (WFO) dan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang semakin meningkat. Ketiga, kebijakan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang ditempuh Pemerintah pada Agustus 2022 berimplikasi positif terhadap tekanan inflasi dan daya beli masyarakat sehingga omzet pelaku UMKM masih mampu meningkat.

Kendati demikian, Indeks Bisnis UMKM pada kuartal III-2022 ini mengalami penurunan dibandingkan kuartal sebelumnya dengan skor 109,4. Hal ini disebabkan oleh adanya penurunan volume penjualan pasca Idul Fitri dan kenaikan harga BBM bersubsidi pada September 2022. Lalu, survey ini mengungkap bahwa sebagian pelaku UMKM menurunkan pembelian bahan baku akibat kenaikan harga sehingga volume produksi mengalami penurunan.

Baca Juga: Google Doodle Hari ini Meriahkan FIFA World Cup Qatar, Tinggal Klik Jadwal Piala Dunia 2022 Langsung Keluar

Halaman:

Editor: Susanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Petani Milenial Banyumas Genjot Pemasaran Online

Minggu, 29 Januari 2023 | 21:21 WIB

Pelaku UMKM Banyumas Didorong Masuk Anggota Asosiasi

Jumat, 20 Januari 2023 | 16:14 WIB
X