Jumlah Pengobeng Berkurang, Batik Banyumas Menuju Senjakala?

- Jumat, 28 Oktober 2022 | 18:39 WIB
USIA LANJUT: Perajin berusia lanjut membuat batik cap di 'Rumah Batik R' Sokaraja, Banyumas, baru-baru ini. (SMBanyumas/istimewa)
USIA LANJUT: Perajin berusia lanjut membuat batik cap di 'Rumah Batik R' Sokaraja, Banyumas, baru-baru ini. (SMBanyumas/istimewa)

BANYUMAS, suaramerdeka-banyumas.com - Jumlah pengobeng atau tenaga kerja pembatik di sentra batik Sokaraja, Banyumas, semakin lama semakin berkurang.

Pasalnya, para perajin itu didominasi pembatik yang berusia lanjut.

Pemilik 'Rumah Batik R' Sokaraja, Heru Santoso mengatakan, pascapandemi Covid-19, jumlah perajin batik yang bekerja di tempat usahanya itu berkurang cukup banyak.

Belasan pengobeng memilih pensiun karena usia yang sudah lanjut. Dia pun kebingungan mencari tenaga pengganti.

Baca Juga: Andy F Noya: Bakat  Anak Menulis dan Membaca Sejak Kecil Jangan Diremehkan

"Sebelum pandemi 15 (orang) sekarang tinggal 3. Di Batik Mruyung saya juga lihat kemarin tinggal 6," kata Heru, ketika dihubungi Jumat, 28 Oktober 2022.

Pengobeng, kata dia, sebagian besar adalah warga setempat yang memiliki profesi lain seperti petani, pedagang atau rumah tangga.

Oleh karena itu, membatik biasanya merupakan pekerjaan sambilan.

Baca Juga: Usung Tema Java Batik Heritage, BFF 2022 Hadirkan 50 Desainer dari Berbagai Daerah

Halaman:

Editor: Nugroho Pandhu Sukmono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Petani Milenial Banyumas Genjot Pemasaran Online

Minggu, 29 Januari 2023 | 21:21 WIB

Pelaku UMKM Banyumas Didorong Masuk Anggota Asosiasi

Jumat, 20 Januari 2023 | 16:14 WIB
X