Perekonomian Diterjang Pandemi, Penerimaan Pajak Semester I Kanwil DJP II Jateng Minus 0,41 %

- Selasa, 27 Juli 2021 | 12:34 WIB
DARING : Suasana konferensi pers secara daring kepada awak media yang disampaikan oleh Kepala Kantor Wilayah DJP Jawa Tengah II Slamet Sutantyo Senin (26/7/2021). (SMBanyumas/dok)
DARING : Suasana konferensi pers secara daring kepada awak media yang disampaikan oleh Kepala Kantor Wilayah DJP Jawa Tengah II Slamet Sutantyo Senin (26/7/2021). (SMBanyumas/dok)

PURWOKERTO, suaramerdeka-banyumas.com - Penerimaan pajak Kantor Wilayah DJP Jawa Tengah II sampai dengan semester pertama tahun 2021, tercatat realisasi penerimaan mencapai 39,20 % atau sebesar Rp 4,890 triliun dari target Rp 12,474 triliun.

Kepala Kantor Wilayah DJP Jawa Tengah II Slamet Sutantyo mengatakan, realisasi ini mengalami pertumbuhan netto sebesar -0,41 %.

Slamet berujar, pertumbuhan neto semester I yang secara agregat menunjukkan tren positif tersebut masih belum diimbangi dengan pertumbuhan beberapa sektor usaha yang masih mengalami kontraksi negatif.

"Pertumbuhan beberapa sektor yang masih minus tersebut dikarenakan pengaruh pandemi Covid-19 yang secara langsung berdampak terhadap perekonomian dan insentif pajak di masa pandemi yang masih berlaku," ujarnya saat menyampaikan kinerja Kanwil DJP Jawa Tengah II melalui konferensi pers secara daring kepada awak media, Senin (26/7/2021).

Baca Juga: Hingga Semester Satu 2021, Capaian Pajak DJP Jateng 1 Sebesar Rp 12,68 Triliun

Dia memerinci, penerimaan pajak ini terdiri dari PPh Non Migas sebesar Rp 2.699.978.492.643 dengan kontribusi sebesar 55,2 % dan pertumbuhan sebesar -9,14 %.

Kemudian PPN dan PPnBM sebesar Rp 2.049.334.384.352 dengan kontribusi sebesar 41,9 % dan pertumbuhan sebesar 10,79 %.

Pajak Lainnya Rp 142.299.813.658 dengan kontribusi sebesar 2,9 persen dan pertumbuhan sebesar 60 %.

Secara sektoral, kata Slamet, penerimaan masih didominasi oleh sektor Industri Pengolahan dengan kontribusi sebesar 37,49 % dari total realisasi penerimaan neto dan capaian pertumbuhan sebesar 2,48 %.

Angka ini disusul oleh sektor Perdagangan Besar dan Eceran, Administrasi Pemerintahan dan Jaminan Sosial, kemudian Jasa Keuangan dan Asuransi, serta Pengadaan Listrik, Gas, Uap/Air Panas dan Udara Dingin.

Baca Juga: Hari Pajak Nasional, Transaksi E-Samsat di Jawa Tengah Meningkat 4 Kali Lipat

Sementara untuk fasilitas berupa insentif pajak sepanjang tahun 2020, kata Slamet, terdapat 18.859 permohonan insentif yang diajukan baik insentif PPh 21 DTP, PPh 22 Impor, PPh 25 dan PPh Final PP23.

"Total realisasi insentif yang diterima oleh wajib pajak adalah sebesar Rp 293,5 miliar dengan realisasi terbesar yaitu insentif PPh Pasal 25 sebesar Rp 140,489 miliar," imbuhnya.

Sedangkan segi kepatuhan penyampaian SPT Tahunan Tahun Pajak 2020, lanjut dia, wajib pajak yang telah melaporkan SPT Tahunan pada tahun 2021 sampai dengan tanggal 30 Juni 2021 adalah sebanyak 690.487 SPT atau Capaian Rasio sebesar 77,58% persen dari target sebanyak 890.034 SPT.

"Jumlah ini meningkat sebesar 39.314 SPT atau 6 % jika dibandingkan pada periode yang sama tahun 2020 yaitu sejumlah 651.173 SPT," jelasnya.

Baca Juga: Reformasi Perpajakan Berpotensi Turunkan Selisih Pajak ke Level Normal, Begini Penjelasan Menkeu

Slamet menambahkan sehubungan dengan semakin mewabahnya pandemi Covid-19 dan pemberlakuan PPKM Level 4 di Jawa dan Bali, pihaknya menerapkan kebijakan pengalihan layanan tatap muka.

Layanan perpajakan di KPP dan KP2KP selanjutnya dilaksanakan secara daring.

Dari 18 unit instansi vertikal yang ada di Kanwil DJP Jawa Tengah II, terang Slamet, 12 diantaranya melakukan kebijakan pengalihan layanan tatap muka.

"Sebagai alternatif, setiap unit instansi vertikal telah menyediakan saluran komunikasi untuk memberikan layanan berupa e-mail, telepon, media sosial, dan layanan chat minimal 10 kanal," terang dia.

Menurut Slamet, jumlah total saluran komunikasi yang tercatat aktif sampai hari ini adalah 179 saluran komunikasi yang terdiri dari 34 saluran telepon, 77 saluran chat, 50 saluran media sosial dan 18 saluran surat elektronik.

Selain itu kegiatan edukasi pun dialihkan menjadi secara daring dengan memanfaatkan teknologi seperti Zoom Meeting.

Editor: Nugroho Pandhu Sukmono

Tags

Terkini

X