Mantan Pekerja yang Mempekerjakan Banyak Karyawan

- Jumat, 2 September 2022 | 16:13 WIB
Indra Gunawan S.IP (foto dok)
Indra Gunawan S.IP (foto dok)

Berawal dari modal nekad dan autodidak ia mulai menjalankan usaha bidang penerbitan. Saat itu ia sama sekali belum paham tentang bisnis.

"Bedanya bisnis dengan dagang pun saya tidak tahu. Apalagi bedanya marketing dan pemasaran. Benar-benar masih awam. Semuanya dikerjakan dengan alakadarnya. Kantor pun tidak ada. Tempat usaha masih di rumah sendiri, di sebuah desa yang jauh dari pusat kota," tuturnya.

Pada 2015, alumnus S1 Universitas Gadjah Mada ini mulai memberanikan diri merekrut satu karyawan. Di tahun tersebut juga Indra menikah dengan Tri Zuliaturrochmah yang kemudian menjadi CEO dari SIP Publishing.

Usaha penerbitan dikelola istrinya, sedangkan Indra masih fokus bekerja di salah satu program pemerintah. Pada 2016, Indra mulai bekerja sebagai Tenaga Ahli Pemberdayaan di Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

Seiring waktu, perkembangan SIP tumbuh positif dan pada 2020 berhasil mempunyai kantor di pusat kota Purwokerto dengan karyawan empat orang. Hingga Agustus 2022 SIP Publishing sudah mempunyai perwakilan di 5 provinsi yaitu Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta dan DKI Jakarta.

Baca Juga: Pekerja yang Sudah Tidak Bekerja pada Pemberi Kerja Tetap Dapat Menjadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Saat ini pria yang menempuh pendidikan S2 Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto telah mempekerjakan lebih dari 30 karyawan yang terdiri dari 11 karyawan tetap dan 20 karyawan kontrak.

Karyawan tetap yang bergelar sarjana ada 4 orang, yang 7 orang tamatan SMA/SMK. Karyawan tetap saat ini terdiri dari customer servis 4 orang, desainer 3 orang, editor 1 orang, akuntan 1 orang, admin dan kearsipan 1 orang, CEO 1 orang.

Sedangkan jumlah tenaga karyawan kontrak ada lebih 20 orang , terdiri dari 7 orang marketing dan event management, 10 editor naskah, dan 2 desainer, dan 1 orang web maintanance.

Omzet perusahaan pun kian tumbuh dan berkembang positif, tercatat telah mencapai kini mencapai ratusan juta rupiah per bulan. Hal ini membuat Indra berani meninggalkan pekerjaan utamanya sebagai tenaga ahli pemberdayaan masyarakat mulai 1 September 2022.

Halaman:

Editor: Puji Purwanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pelaku UMKM Banyumas Didorong Masuk Anggota Asosiasi

Jumat, 20 Januari 2023 | 16:14 WIB
X