Manfaatkan Inovasi Layanan TIKI, UMKM Kriya Banyumas Raya Bangkit dari Pandemi

- Minggu, 21 Agustus 2022 | 16:05 WIB
HIDAYAT SAPUTRA, pegiat UMKM Kriya miniatur kapal asal Sikampuh, Kroya, Cilacap memanfaatkan jasa pengiriman TIKI  untuk melayani konsumennya.(SM Banyumas/Dok)
HIDAYAT SAPUTRA, pegiat UMKM Kriya miniatur kapal asal Sikampuh, Kroya, Cilacap memanfaatkan jasa pengiriman TIKI untuk melayani konsumennya.(SM Banyumas/Dok)

 

PAGI itu, Hidayat Saputra (27) perajin miniatur dari koran bekas (mikon) terlihat sibuk untuk mengemas miniatur perahu Pinisi buatannya.  Produk usaha mikro kecil menengah (UMKM) jenis kriya miniatur kapal atau perahu khas Nusantara yang dibuat di rumahnya di Sikampuh, Kroya, Cilacap itu akan dikirim ke Semarang. Ia harus memastikan kalau miniatur Pinisi itu aman di dalam kotak kaca.

"Miniatur ini kan barang rawan, jadi pengemasannyapun harus hati-hati. Selain kaca sebagai etalase produk, kita juga pakai kerangka kayu untuk menjamin produk ini sampai ke konsumen dengan aman," jelas Hidayat yang memulai produksi kriya usai lepas kontrak kerja di Kerawang, Jawa Barat di tahun 2018 itu.

Selain perahu pinisi, One Piece, kapal pesiar dan lainnya, Hidayat hingga kini juga membuat miniatur mobil, motor, jembatan, masjid dan miniatur lainnya. Ya, awalnya kegiatan itu hanya pengisi waktu luang, tetapi kini kreativitasnya telah menghasilkan uang.

Hidayat mendapatkan motivasi dari mantan bosnya yang membeli miniatur perahu dengan panjang satu meter. Miniatur perahu buatannya dibeli oleh sang mantan bos di Semarang seharga Rp 1,5 juta. Sebelum membikin miniatur kapal, jualan pertamanya adalah miniatur motor
seharga Rp 150 ribu yang dibeli oleh tetangganya. Ia tak lupa itu.

"Dulu di awal bingung bagaimana cara mengirimnya biar aman sampai ke pelanggan. Untung ada TIKI," ujarnya.

Baca Juga: Menjawab Tantangan Ketahanan Pangan di G20 Lewat Manis Sehatnya Gula Semut Organik Banyumas

Sejak dilirik tetangga situlah kemudian hasil kriyanya mulai dikembangkan ke sejumlah miniatur kendaraan lainnya mulai dari kapal, mobil, jembatan dan lainnya. Untuk memasarkan produk kriyanya inilah, Hidayat memajang aneka produknya lewat facebook Hidayat Saputra dan
instagram dengan akun @micon_craft.

Tak tanggung-tanggung, hasil karyanya juga dilirik dan dibeli pembeli dari luar negeri. Hasil kriya yang dibuat dengan otodidak ini kini menembus pasar manca dengan brand 'mikon craft'. Mikon adalah kependekan dari miniatur koran, sedangkan craft adalah kerajinan/kriya.

Untuk menjamin keamanan produk kriya sampai ke pelanggan itulah, Hidayat harus pandai-pandai memilih jasa kurir. TIKI menjadi pilihannya untuk mengirimkan produk kriya yang rawan tersebut. Pasalnya di TIKI, ada layanan asuransi hingga pengemasan ulang terutama untuk produk-produk yang rawan tersebut.

Halaman:

Editor: Susanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Petani Milenial Banyumas Genjot Pemasaran Online

Minggu, 29 Januari 2023 | 21:21 WIB

Pelaku UMKM Banyumas Didorong Masuk Anggota Asosiasi

Jumat, 20 Januari 2023 | 16:14 WIB
X