Soal Kelangkaan Minyak Goreng, Begini Kata Guru Besar Ekonomi Unsoed

- Rabu, 2 Maret 2022 | 13:16 WIB
OPERASI PASAR: Pedagang  membawa karton berisi minyak goreng kemasan saat pelaksanaan operasi pasar di Pasar Wage Purwokerto, Rabu, 23 Februari 2022.  (SMBanyumas/Dian Aprilianingrum  )
OPERASI PASAR: Pedagang membawa karton berisi minyak goreng kemasan saat pelaksanaan operasi pasar di Pasar Wage Purwokerto, Rabu, 23 Februari 2022. (SMBanyumas/Dian Aprilianingrum )

"Kenaikan harga ini tidak terjadi di negara Indonesia saja. Indonesia dan Malaysia memang produsen minyak, tapi tidak terkoneksi langsung produsen CPO. Maka mau tidak mau harus ikut harga minyak internasional. Jangan punya pandangan bahwa Indonesia bisa beli murah karena penghasil minyak. Nah, kenaikan harga internasional ini berpengaruh terhadap kenaikan minyak di dalam negeri," kata pengajar Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unsoed ini.

Baca Juga: Bupati Banyumas : Jual Minyak Goreng di Atas Rp 14.000 Segera Laporkan

Dia mengatakan, program B30 (biodiesel) juga dituding menjadi penyebab kenaikan harga minyak.

Uni Eropa menjadikan sawit sebagai isu lingkungan sebagai dasar untuk menekan Indonesia dengan tujuan untuk mengurangi impor bahan bakar minyak.

Sebaliknya, Indonesia justru mampu mendorong program B30 ini.

Dalam jangka panjang, hal itu akan menguntungkan perekonomian dalam negeri karena tidak akan bergantung lagi dengan negara-negara Eropa.

"Kalau CPO naik, Indonesia kan eksportir CPO, ekspornya juga akan meningkat. Masalahnya, jangan-jangan kalau nanti untuk pasar ekspornya meningkat, kebutuhan dalam negerinya dilarikan ke luar negeri juga," ucapnya.

Baca Juga: Minta Tolong ke Menteri Perdagangan, Emak-emak Curhat Banyak Perempuan Pingsan Gata-gara Minyak Goreng

Menurut Guru Besar Bidang Ilmu Manajemen Pemasaran ini, agar ekspor ini tidak mengganggu pasokan di pasar domestik, maka pemerintah perlu memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat dalam negeri terlebih dahulu.

Tetapi, hal itu membutuhkan pengawasan yang ketat dan penegakan hukum.

Halaman:

Editor: Nugroho Pandhu Sukmono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Petani Milenial Banyumas Genjot Pemasaran Online

Minggu, 29 Januari 2023 | 21:21 WIB

Pelaku UMKM Banyumas Didorong Masuk Anggota Asosiasi

Jumat, 20 Januari 2023 | 16:14 WIB
X