Harga Rp 14 Ribu, Minyak Goreng di Minimarket Ludes Terjual

- Jumat, 21 Januari 2022 | 17:34 WIB
 Etalase tempat memajang minyak goreng di salah satu minimarket di Cilacap kosong, karena persediaan minyak goreng habis, Kamis 20 Januari 2022.(SM Banyumas/Gayhul Dhika Wicaksana)
Etalase tempat memajang minyak goreng di salah satu minimarket di Cilacap kosong, karena persediaan minyak goreng habis, Kamis 20 Januari 2022.(SM Banyumas/Gayhul Dhika Wicaksana)
 
CILACAP , suaramerdeka-banyumas.com- Sehari setelah pemberlakuan minyak goreng satu harga Rp 14 ribu per liter, persediaan minyak goreng sawit di beberapa mini market ludes. 
 
Pantauan Suara Merdeka pada Kamis 20 Januari 2022 sekitar pukul 13.00 persediaan minyak goreng sawit di sejumlah mini market, habis.
 
Etalase tempat memajang berbagai merk minyak goreng sawit terlihat kosong, bahkan ada yang isinya berganti dengan produk lain.
 
 
Hal itu seperti terpantau pada minimarket di Jalan Kauman Cilacap, minimarket di Jalan Jenderal Soedirman Cilacap, dan minimarket di Jalan A Yani Cilacap
 
Sehari sebelumnya saat kebijakan minyak goreng satu harga mulai diberlakukan, persediaan minyak goreng masih banyak.
 
Etalase masih dipenuhi berbagai merk minyak goreng. Hal itu seperti terlihat saat tim Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (DPKUKM) Cilacap melakukan pemantauan. 
 
 
Sebagaimana diberitakan Suara Merdeka, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyiapkan subsidi sebesar Rp 7,6 triliun.
 
Dana itu untuk membiayai penyediaan minyak goreng kemasan, bagi masyarakat sebesar 250 juta liter per bulan, atau 1,5 miliar liter dalam kurun waktu enam bulan. 
 
Terkait hal itu Mendag meminta masyarakat tidak melakukan panic buying atau memborong. Sebab, lanjutnya pemerintah menjamin persediaan minyak goreng sangat cukup. 
 
 
Sementara diberitakan sebelumnya, di Kabupaten Cilacap, kebijakan minyak goreng satu harga telah diterapkan di sejumlah pasar modern, namun ada juga pasar modern yang masih melakukan proses pembaruan harga. 
 
Kepala Bidang Stabilitas Harga, Pengembangan Ekspor, dan Standarisasi DPKUKM Cilacap Titi Suwarni mengatakan kebijakan minyak goreng satu harga, sementara baru diterapkan di pasar modern yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo). 
 
"Untuk harga minyak goreng di pasar tradisional, akan diberi waktu satu minggu atau menunggu kebijakan khusus mengenai pemberlakuan di pasar tradisional," ujarnya.***
 

Editor: Susanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pelaku UMKM Banyumas Didorong Masuk Anggota Asosiasi

Jumat, 20 Januari 2023 | 16:14 WIB
X