Membangkitkan Batik Maos Menembus Pasar Eropa

- Senin, 15 November 2021 | 14:01 WIB
MEMBATIK KAIN : Pekerja membatik kain di rumah industri Batik Rajasa Mas Maos, Jumat 12 November 2021 (SMBanyumas/Puji Purwanto)
MEMBATIK KAIN : Pekerja membatik kain di rumah industri Batik Rajasa Mas Maos, Jumat 12 November 2021 (SMBanyumas/Puji Purwanto)

TIGA perempuan tengah membatik kain dengan canting di rumah produksi batik Rajasa Mas Desa Maos Kidul, Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap, Jumat 12 November 2021.

Menggunakan malam batik atau lilin khusus membatik, mereka membubuhkannya pada kain mengikuti pola atau desain pada lembaran kain putih. Mereka terus berkarya di usia renta untuk melestarikan karya warisan leluhur.

Wilayah Maos memiliki potensi kerajinan batik yang sudah dilakukan secara turun temurun. Terdapat seratusan perajin lebih yang menekuni menjadi perajin batik. Umumnya yang menjadi perajin batik adalah perempuan.

Para pembatik rumahan di Maos dulu membatik untuk dijual di pasar tradisional. Namun, kemunculan batik cap dan printing membuat batik khas Maos mulai tenggelam pada tahun 1980an.

Potensi ini ditangkap oleh Euis Rohani dan Tonik Sudarmaji untuk membangkitkan lagi batik Maos pada 2008. Ia mengajak para perajin untuk membuat batik Maos agar semakin dikenal luas seperti dulu.

"Namun tidak serta merta semua perajin mau diajak karena mereka trauma. Pemerintah juga sudah berupaya membangkitkan batik Maos tapi tidak berhasil," katanya mengisahkan.

Mengembalikan motivasi para perajin untuk kembali membatik nampaknya tidak mudah. Tonik harus menyambangi para perajin dari rumah ke rumah perajin batik. Seratusan perajin lebih yang diajak membatik, namun hanya empat orang yang bersedia.

Baca Juga: Kebakaran Tangki Kilang Pertamina Cilacap, Polisi Periksa Enam Saksi dan Rekaman CCTV

Bermula dari empat orang ini, ia bersama istri membangun usaha batik dengan nama Rajasa Mas. Seiring berjalannya usaha, warga lain mulai bergabung hingga jumlahnya ada 20 pembatik.

Tak hanya itu, ia juga mulai mendata berbagai motif batik khas Maos yang jumlahnya 1.883 motif yang ada pakemnya. Dari jumlah itu, baru diproduksi sekitar seratusan motif lengkap dengan filosofinya.

Halaman:

Editor: Susanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Petani Milenial Banyumas Genjot Pemasaran Online

Minggu, 29 Januari 2023 | 21:21 WIB

Pelaku UMKM Banyumas Didorong Masuk Anggota Asosiasi

Jumat, 20 Januari 2023 | 16:14 WIB
X