Ini Penjelasan LBM NU Jawa Timur Fatwa Cryptocurrency Haram

- Kamis, 28 Oktober 2021 | 22:45 WIB
ILUSTRASI koin cryptocurrency atau bitkoin (SM Banyumas/dok pixabay)
ILUSTRASI koin cryptocurrency atau bitkoin (SM Banyumas/dok pixabay)

Suaramerdeka-banyumas.com-Lembaga Bahtsul Masail (LBM) Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur menyatakan fatwa haram untuk uang digital kripto atau cryptocurrency haram seperti Bitcoin, Shiba Inu Coin dan Dogecoin.

Dalam penentuan fatwa, bathsul masail NU Jatim yang melibatkan para kiai dan sejumlah ahli hukum Islam menyimpulakan bahwa kripto tak memenuhi unsur jual beli, dan justru lebih ke arah praktik penipuan dan perjudian.

Fatwa ini didasarkan karena uang digital kripto ini lebih banyak spekulasi dan tak terukur dan tak bisa jadi instrumen investasi.

Baca Juga: Atasi Pengangguran Dampak Pandemi, Kartu Prakerja Purbalingga Diluncurkan

Mengacu pada ilmu fikih Islam, jual beli harus diikuti syarat kerelaan dan tidak ada penipuan.

“Atas beberapa pertimbangan, di antaranya adalah akan adanya penipuan di dalamnya, maka dihukumi haram,” ungkap Kiai Azizi Chasbullah alumni Pesantren Lirboyo, Kediri dikutip dari laman resmi NU Jatim pada 28 Oktober 2021.

Adapun kegiatan Bahtsul masail PWNU Jawa Timur telah diadakan pada Minggu, 24 Oktober 2021 lalu dalam rangka Hari Santri 2021.

Baca Juga: Jadwal dan Lokasi Samsat Keliling Purbalingga

Bahtsul Masail ini kantor PWNU Jawa Timur, Jalan Masjid Al-Akbar Timur 9 Surabaya ini diikuti utusan dari sejumlah pesantren, seperti dari Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Nurul Jadid, Probolinggo, dan beberapa pesantren lain.

Halaman:

Editor: Susanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Stok Beras Mencukupi hingga Akhir Tahun

Jumat, 25 November 2022 | 06:15 WIB

BPJamsostek Sasar Pekerja Jasa Kontruksi

Kamis, 17 November 2022 | 11:58 WIB

BRI Borong Tiga Penghargaan Jambore PR Indonesia

Minggu, 13 November 2022 | 17:45 WIB
X