Jelang Puasa dan Lebaran Pinjol Ilegal Merajalela, Ini Pesan dari OJK

- Selasa, 21 Maret 2023 | 17:43 WIB
PAPARAN: Kepala OJK Purwokerto, Riwin Mirhadi memaparkan kinerja keuangan triwulan pertama OJK Purwokerto di salah satu rumah makan, Selasa, 21 Maret 2023.(SM Banyumas/Dok)
PAPARAN: Kepala OJK Purwokerto, Riwin Mirhadi memaparkan kinerja keuangan triwulan pertama OJK Purwokerto di salah satu rumah makan, Selasa, 21 Maret 2023.(SM Banyumas/Dok)
PURWOKERTO, suaramerdeka-banyumas.com- Menjelang bulan Ramadan dan Lebaran, kebutuhan konsumsi masyarakat semakin meningkat. Kebutuhan uang segar untuk berbelanja juga semakin meningkat.
 
Momen ini sering dimanfaatkan oleh oknum-oknum lembaga peminjaman uang online (pinjol) ilegal untuk mengeruk keuntungan yang tinggi dari masyarakat. Mengingat masyarakat membutuhkan uang dengan cepat tanpa syarat yang sulit.
 
Masyarakat tidak berpikir efeknya di belakang, yang penting mereka bisa dapat uang dengan mudah. Padahal nantinya mereka akan terjerat hutang dengan bunga tinggi yang biasa dilakukan oleh pinjol ilegal.
 
 
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Purwokerto, Riwin Mirhadi, Selasa, 21 Maret 2023 mengatakan, masyarakat harus waspada jangan sampai memanfaatkan jasa pinjol ilegal. Biasanya pinjol ilegal memberikan penawaran lewat HP atau WA.
 
"Itu pasti ilegal. Kalau menawarkan lewat HP atau lewat WA gitu jadi enggak usah diklik gitu nah yang penting juga," katanya.
 
Ciri pinjol ilegal lainnya, suku bunganya tidak transparan, tidak ada batasan maksimal penagihan, tidak ada alamat, tidak ada kontak centernya dan tidak ada transparansi informasi perihal pinjol tersebut.
 
 
Lebih lanjut, masyarakat juga bisa masyarakat bisa mengecek lembaga pinjol yang menawarkan pinjaman melalui SMS atau WA atau lewat sosial media. Caranya masyarakat tinggal menulis nama lembaga pinjol itu lalu kirimkan melalui WA atau SMS ke nomor 081157157157. Nanti akan ada balasan apakah pinjol tersebut legal atau ilegal.
 
"Karena itu kami masif melakukan tindakan preventif, kita lakukan edukasi literasi. Kita melibatkan lembaga-lembaga keuangan, penegak hukum dan media massa agar masyarakat tidak terjerat pinjol," katanya.
 
Nah, bagi yang sudah terjerat pinjol, pihaknya menyarankan untuk tetap membayar tapi sesuai dengan kemampuannya. Masyarakat bisa bernegosiasi dan bila pinjol itu melakukan hal-hal yang tidak menyenangkan, harus dilaporkan kepada kepolisian.
 
 
"Karena memang mendekati bulan Ramadan dan Idul Fitri, tren pinjol akan menjngkat. Karena itu, semua kebutuhan itu harus dilihat juga kemampuan kita. Jadi jangan sampaikan ada tawaran pinjaman, kita tidak memperhitungkan kemampuan kita untuk membayar," pungkasnya.***

Editor: Susanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Harga Cabai Stabil, Bawang Merah dan Telur Naik

Minggu, 28 Mei 2023 | 17:51 WIB

Pelaku Usaha Disabilitas Dibekali Kewirausahaan

Selasa, 23 Mei 2023 | 16:40 WIB
X