Upacara Sarungan, Cara Santri Menolak Lupa Jasa Kaum Sarungan Untuk Kemerdekaan RI

- Selasa, 17 Agustus 2021 | 11:31 WIB
SANTRI LPQ Al Falah Banjaranyar, Pekuncen mengikuti upacara sarungan, untuk memperingati detik-detik proklamasi, Selasa (17/8/2021) .(SM/dok)
SANTRI LPQ Al Falah Banjaranyar, Pekuncen mengikuti upacara sarungan, untuk memperingati detik-detik proklamasi, Selasa (17/8/2021) .(SM/dok)

BANYUMAS, suaramerdeka-banyumas.com - Upacara sarungan yaitu upacara detik-detik proklamasi Kemerdekaan RI dilaksanakan puluhan santri Lembaga Pendidikan Al Qur'an (LPQ) Al Falah Desa Banjaranyar Kecamatan di halaman masjid Al Falah, Selasa (17/08/2021).

Tak seperti upacara pada umumnya, santri peserta upacara HUT Ke-76 Kemerdekaan RI ini dilaksanakan dengan memakai peci, berseragam batik LPQ dan bersarung.

Tak hanya itu, peserta upacara pun memakai masker dan sesuai standar protokol kesehatan yang ketat.

Baca Juga: Kemenkes Kejar Target 100 Juta Suntikan Vaksin hingga Akhir Agustus 2021

Menurut kepala LPQ Al Falah Muhammad Khoeroni Rosyid lewat upacara sarungan mengingatkan para santri dan warga sekitar bahwa kaum sarungan yaitu kiai dan santri banyak berperan dalam perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia.

"Kemerdekaan ini tidak bisa lepas dari kucuran darah para Kiai dan Santri dalam merebut kemerdekaan," kata dia.

Oleh karena itu, lanjutnya, hari ini santri dan kiai harus tetap bahu membahu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dan negara Indonesia dan melepaskan diri dari penjajahan moral yang sedang melanda anak bangsa.

Baca Juga: PPKM Resmi Diperpanjang Sampai 23 Agustus 2021, 61 Kabupaten/Kota Masuk Level 3 dan 2

"Kiai dan santri adalah benteng NKRI, maka wajib bagi kita untuk menjaga para kiai dan santri dengan cara mempertahankan pendidikan berbasis Pesantren," kata Khoeroni yang juga menjadi pembina upacara tersebut.

Dia juga mengatakan tahun ini adalah tahun pertamanya menggelar upacara 'sarungan' untuk memupuk rasa nasionalisme di lingkungan LPQ.

Halaman:

Editor: Susanto

Tags

Terkini

X