Kelar Isoman, Penjara Menanti Pelaku Perusakan RSUD Cilacap

- Jumat, 6 Agustus 2021 | 13:05 WIB
 PERUSAKAN RSUD: Kapolres Cilacap AKBP Leganek Mawardi, memberikan keterangan saat konferensi pers mengenai kasus perusakan RSUD Cilacap, di Polres Cilacap, Kamis (5/8/2021).  (SMBanyumas/Gayhul Dhika)
PERUSAKAN RSUD: Kapolres Cilacap AKBP Leganek Mawardi, memberikan keterangan saat konferensi pers mengenai kasus perusakan RSUD Cilacap, di Polres Cilacap, Kamis (5/8/2021). (SMBanyumas/Gayhul Dhika)

CILACAP, suaramerdeka-banyumas.com - JTS alias JF (28) warga Kelurahan Cilacap, Kecamatan Cilacap Tengah, Kabupaten Cilacap yang baru selesai menjalani isolasi mandiri (isoman) sudah ditunggu jeruji penjara.

Polisi menjebloskan dia ke penjara, karena melakukan perusakan fasilitas di Ruang Amarilis RSUD Cilacap. Ancamannya, hukuman kurungan selama 2,8 tahun.

Kapolres Cilacap AKBP Leganek Mawardi mengatakan, kasus perusakan dipicu tersangka yang emosi saat menerima kabar sang ibu meninggal dunia di rumah sakit.

Ibu dari tersangka dirawat di rumah sakit karena terpapar Covid-19.

"Tersangka mendapat kabar ibunya meninggal di rumah sakit, namun ia tidak terima, lalu merusak kaca, dan alat medis di RSUD Cilacap. Tangan tersangka juga sampai berdarah, dan karena di rumah sakit akhirnya mendapatkan perawatan juga, " jelas Kapolres, Kamis (5/8/2021).

Baca Juga: Gandeng Sejumlah Pihak, Pemkab Cilacap Bangun Generator Oksigen di RSUD Cilacap

Pihak RSUD Cilacap kemudian melaporkan kasus perusakan itu ke pihak berwajib.

Saat petugas melakukan pemeriksaan, tersangka ternyata juga terpapar Covid-19, sehingga harus menjalani isolasi mandiri (isoman).

"Pada 25 Juni giliran tersangka yang positif Covid-19, sehingga harus isoman, dan baru bisa diperiksa pada 21 Juli lalu," ungkapnya.

Halaman:

Editor: Nugroho Pandhu Sukmono

Tags

Terkini

Ada Siswa Terpapar Covid, PTM di Cilacap Jalan Terus

Selasa, 28 September 2021 | 22:17 WIB
X