Sampai November, Ada 1.100 Longsor dan Banjir Luapan di Banyumas

- Selasa, 29 November 2022 | 23:19 WIB
SINGKIRKAN KAYU PINUS: Warga Samudra dan tim relawan gabungan menyingkirkan kayu pinus yang tersangkut di Jembatan Tajum di Desa Samudra Kecamatan Gumelar usai banjir luapan dua minggu lalu.
SINGKIRKAN KAYU PINUS: Warga Samudra dan tim relawan gabungan menyingkirkan kayu pinus yang tersangkut di Jembatan Tajum di Desa Samudra Kecamatan Gumelar usai banjir luapan dua minggu lalu.

BANYUMAS, suaramerdeka-banyumas.com- Sampai dengan November 2022, angka bencana alam berupa tanah longsor dan banjir luapan di Kabupaten Banyumas mencapai angka 1.100 kejadian.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas, Budi Nugroho menuturkan kejadian tanah longsor mencapai lebih dari 900 kejadian dan banjir luapan lebih dari 100 kejadian.

"Angka itu terdata dari Januari hingga akhir November 2022 ini. Untuk bencana masih didominasi tanah longsor, karena daerah tertentu memang belum diketahui potensi longsornya.

Baca Juga: Permudah Transaksi Industri Farmasi, BRI Sediakan Fasilitas Business Card di Marketplace Medbiz by Bio Farma

Untuk itulah kehadiran dari tim ahli dari Badan Geologi inilah sangat kami butuhkan baik personel maupun peralatannya," jelasnya saat mendampingi tim Badan Geologi Bandung saat berkunjung ke Dusun Ciwera Desa Kdungurang Kecamatan Gumelar pada Selasa 29 November 2022. 

Tim ahli dari Badan Geologi turun ke kawasan lokasi rawan bencana alam di Banyumas untuk melakukan pemetaan mitigasi bencana yang tersebar di sejumlah wilayah Banyumas.

"Kedatangan tim Badan Geologi ini dalam rangka pemetaan potensi pergerakan tanah di Kawasan Rawan Bencana Alam di Kabupaten Banyumas, " jelasnya.

Baca Juga: Mabuk dan Rusak Rumah Warga, Pria di Kesugihan Cilacap Ditangkap Polisi

Wilayah yang menjadi pemetaan potensi bencana tim ahli Badan Geologi tersebut antara lain Desa Kedungurang Kecamatan Gumelar, Desa Jatisaba, Kecamatan Cilongok, Desa Ciberung Kecamatan Ajibarang.

Dengan pemetaan inilah diharapkan dapat ditemukan formulasi penanganan yang tepat dalam menangani bencana alam terutama tanah longsor.

Halaman:

Editor: Susanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X