KPU Purbalingga Usulkan Tiga Opsi Dapil Pemilu 2024. Ini Rinciannya

- Kamis, 24 November 2022 | 06:57 WIB
Ilustrasi Dapil Pemilu 2024 Kabupaten Purbalingga (SM Banyumas/Dok)
Ilustrasi Dapil Pemilu 2024 Kabupaten Purbalingga (SM Banyumas/Dok)
PURBALINGGA, suaramerdeka-banyumas.com- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Purbalingga mengusulkan tiga opsi daerah pemilihan (Dapil) pada pemilihan umum (Pemilu) 2024 untuk legislatif DPRD Kabupaten Purbalingga.
 
Komisioner KPU Kabupaten Purbalingga Divisi Teknis Penyelenggara, Zamaahsari, Rabu, 23 November 2022 mengatakan jika merujuk pada UU No 7 Tahun 2017 dan SK KPU No 457 tahun 2022, jumlah kursi di DPRD Purbalingga akan bertambah dari 45 jadi 50.
 
Pasalnya saat ini jumlah penduduk Purbalingga sudah di atas satu juta orang.
 
 
"Nah, terkait dapil, kami sudah melakukan simulasi secara internal dengan penghitungan rumus yang ada. Kami memutuskan akan mengusulkan tiga opsi dapil," katanya.
 
Adapun dasar penentuan dapil yakni kesetaraan nilai suara di masing-masing dapil terhadap kursi.
 
Kemudian ketaatan pada sistem pemilu yang proporsional sebisa mungkin setiap dapil berkursi banyak, sehingga jumlah kursi yang diperoleh parpol setara dengan prosentase suara sah yang diperoleh partai.
 
 
Selanjutnya proporsional menjaga perimbangan jumlah kursi antara dapil satu dengan lainnya tidak timpang.
 
Lalu integritas wilayah memerhatikan keutuhan dan keterpaduan wilayah, kondisi geografis, sarana perhubungan dan kemudahan transportasi.
 
Selanjutnya, berada di dalam suatu wilayah yang sama. Pembentukan dapil di satu wilayah harus tercangkup dari anggota DPRD Provinsi. Kohesivitas, memerhatikan sejarah kondisi sosial budaya adat istiadat dan kelompok minoritas. Terakhir kesinambungan harus memerhatikan dapil yang sudah ada.
 
 
Adapun tiga opsi dapil tersebut, pertama, dapil yang sudah eksisting yakni lima dapil.  Komposisinya, Dapil 1 yang awalnya 9 kursi menjadi 10 kursi.
 
Dapil 2 awalnya 10 kursi jadi 12 kursi. Dapil 3 awalnya 9 kursi jadi 10 kursi. Dapil 4 tetap 10 kursi dan Dapil 5 dari 7 kursi jadi 8 kursi. Dari 5 kursi tambahan terdistribusi di 4 dapil. 
 
"Dapil 4 kursinya tetap sedangkan Dapil 2 bertambah dua kursi. Kamu sudah menghitungnya menggunakan bilangan pembagi penduduk sesuai rumusan yang ada," katanya.
 
 
Opsi kedua, tetap 5 dapil namun ada pergeseran kecamatan di Dapil 1, 3 dan 5.
Dapil 1 terdiri atas Kecamatan Purbalingga, Kemangkon dan Kalimanah dengan 9 kursi. 
Dapil 2 terdiri atas Kecamatan Padamara, Kutasari dan Bojongsari dengan 9 kursi.
Dapil 3 terdiri atas Kecamatan Mrebet, Bobotsari, Karangreja dan Karangjambu terdiri atas 10 kursi. Dapil 4 Kecamatan Karanganyar, Kertanegara, Karangmoncol dan Rembang dengan 10 kursi. Dapil 5 Kecamatan Kejobong, Kaligondang, Pengadegan dan Bukateja terdapat 12 kursi.
 
"Kelemahannya di usulan ini tidak berkesinambungan karena ada kecamatan yang bergeser," katanya.
 
 
Sedangkan opsi 6 Dapil yakni Dapil 1 Kecatam Purbalingga, Kalimanah dan Padamara dengan 8 kursi. Dapil 2 Kecamatan Kutasari, Bojongsari dan Mrebet dengan 10 kursi, Dapil 3 Kecamatan Bobotsari, Karangjambu dan Karangreja dengan 7 kursi. Dapil 4 Kecamatan Karanganyar, Kertanegara, Karangmoncol dan Rembang dengan 10 kursi. Dapil 5 Kecamatan Kaligondang, Pengadegan dan Kejobong dengan 8 kursi. Dan Dapil 6 meliputi Kecamatan Bukateja dan Kemangkon dengan 7 kursi.
 
"Ini kelemahannya juga sama seperti yang lima dapil tapi kecamatannya bergeser. Tidak memenuhi prinsip kesinambungan," imbuhnya.
 
Ketiga opsi dapil tersebut dipublikasikan ke masyarakat selama tujuh hari mulai 23-29 November 2022. Publikasi itu untuk mendapatkan tanggapan dari masyarakat hinhha 6 Desember mendatang. Dari tanggapan itu, pada 7-16 Desember, pihaknya melakukan uji publik terkait rancangan dapil yang dibuat dengan melibatkan semua stakeholder, parpol dan masyarakat.
 
 
"Hasil uji publik ditampung diplenokan dan diusulkan ke KPU RI melalui provinsi.
KPU RI melakukan konsultasi dengan DPR RI komisi 2 dan mengambil keputusan dapil mana yang akan diterapkan di Kabupaten Purbalingga dalam Pemilu 2024 mendatang," pungkasnya. ***

Editor: Susanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pilkades Serentak di Purbalingga, Kondusif dan Aman

Senin, 21 November 2022 | 06:00 WIB

Ratusan Rumah Di Kertanegara Purbalingga Terendam

Sabtu, 19 November 2022 | 09:02 WIB

Longsor, Dua Rumah di Desa Kasih Purbalingga Rusak

Sabtu, 19 November 2022 | 05:12 WIB

89 Calon Kades Tandatangani Deklarasi Damai Pilkades

Kamis, 17 November 2022 | 14:32 WIB
X