Jadi Ujung Tombak Cegah ATHG, 1.135 Anggota FKDM Kecamatan, Desa-Kelurahan se-Banyumas Dikukuhkan

- Sabtu, 19 November 2022 | 06:05 WIB
SEMATKAN PIN PKDM: Wakil Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menyematkan pin tanda pengukuhan anggota FKDM tingkat kecamatan, desa dan kelurahan se-Banyumas, di Gedung Sasana Krida Raga GOR Satria Purwokerto, Jumat 18 November 2022. (SM-banyumas/Agus Wahyudi)
SEMATKAN PIN PKDM: Wakil Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menyematkan pin tanda pengukuhan anggota FKDM tingkat kecamatan, desa dan kelurahan se-Banyumas, di Gedung Sasana Krida Raga GOR Satria Purwokerto, Jumat 18 November 2022. (SM-banyumas/Agus Wahyudi)
 
 
PURWOKERTO, suaramerdeka-banyumas.com-Sebanyak 1.135 anggota Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) tingkat kecamatan, desa-kelurahan se-Kabupaten Banyumas dikukuhkan, di Gedung Sasana Krida Raga  GORSatria Purwokerto, Jumat 18 November 2022.
 
Pengukuhan dilakukan Wakil Bupati Sadewo Tri Lastiono, disaksikan Forkompinda, Forkompincam, OPD, lurah dan kades se-Banyumas, serta undangan dari kabupaten tentangga.
 
Ketua FKDM  Kabupaten Banyums, Susanto mengatakan, pelantikan dengan ditandai pengukuhan dan penyematan pin kepada perwakilan, ini dilakukan setelah sebelumnya tim FKDM kabupaten bersama Bakesbangpol dan OPD terkait melakukan sosialisasi pembentukan sekaligus perekrutan calon anggota FKDM tingkat kecamatan, desa dan kelurahan sejak Oktober lalu.
 
 
Jumlah yang dilantik, untuk FKDM tingkat kecamatan masing-masing lima anggota. Ada 27  kecamatan. Untuk tingkat desa dan kelurahan masing-masing tiga orang. 
 
"Kelihatannya di Jawa Tengah, Banyumas yang pertama sudah terbentuk FKDM samai tingkat bawah (desa-kelurahan dan kecamatan).
 
Kalau tingkat kabupaten sudah bergerak dan laporan-laporan informasi yang kami teruskan sebagian besar ditindaklanjuti dan diapresiasi bupati dan pemangku kepentingan lainnya,"kata pensiunan Polri yang pernah menjabat sebagai Kasat Intelejen Polres Banyumas ini, usai pelantikan.
 
 
Menurutnya, tugas pokok anggota FKDM adalah menyaring, mengumpulkan, menginformaskan da mengkoordinasikan atau mengkomunikasikan dengan pemangku wilayah masing-masing secara berjenjang. Termasuk dengan FKDM kabupaten.
 
"FKDM fokus pada pendeteksian dan pencegahan dini terkait ATHG bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya dan keamanan di masing-masing wilayah. Kalau informasi disampaikan cepat, maka penanganan dan pencegahannya juga mudah dilakukan. Tapi tugas FKDM bukan eksekutor," ujarnya.
 
Wakil Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan, pendeteksian dan pencegahan dini terhadap ATHG di wilayah, di antaranya diminta mewaspadai sejak awal potensi munculnya  intoleransi.
 
 
Jika ini bisa diantisipasi, maka ujungnya, nilai Wabup, semua warga negara harus  mempertahankan Pancasila dan NKRI.
 
"Saat pengukuhan, saya tanya, mereka menyatakan siap.  Dengan kiprah FKDM menyampaikan informasi lebih awal, maka kondisi terkait ATHG di berbagai bidang di Banyumas dapat dicegah dan diantisipasi," katanya.
 
Meski tidak bisa hadir langsung melantik, Bupati Banyumas Achmad Husein tetap memberikan perhatian khusus dengan menyampaikan pesan pelantikan melalui siaran tapping suara dari Jakarta.
 
 
Bupati mengatakan, setelah resmi dilantik, maka pergerakan kiprah FKDM dalam menjalankan tugas dan fungsi sudah sah karena telah diakui sebagai mitra pemerintah. 
 
Husein mengakui, informasi-informasi yang  diteruskan dari FKDM kabupaten yang lebih awal dilantik dan berkiprah, terkadang lebih cepat dari yyang lain, karena langsung dari lapangan.
 
"Dengan keanggotaan sampai tingkat desa-kelurahan dan kecamatan, ini akan menjadi ujung tombak matanya pemerintah karena langsung mengatahui yang pertama," kata Bupati memuji.
 
 
Jika FKDM sampai tingkat bawah ini bisa berkiprah maksimal,  Bupati dalam pesannya memberikan apresiasi tersendiri.
 
Pasalnya, peran mereka bisa membantu pemerintah memperepat penyelesaian berbagai permasalahan yang timbul atau bakal muncul di masyarakat.
 
"Makin cepat terinformasikan, maka makin cepat penyelesaian masalah dan mempercepat pula terciptanya kondusvitas di wilayah," katanya.***
 
 
 

Editor: Susanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X