Lokasi Longsor Bantar-Suwidak Dipasang EWS

- Rabu, 2 November 2022 | 12:22 WIB
PEMASANGAN EWS: PMI Jawa Tengah membantu dua unit alat Early Warning System (EWS)  untuk dipasang di lokasi longsor Desa Bantar dan Desa Suwidak, Kecamatan Wanayasa.. (SM Banyumas/Castro Suwito)
PEMASANGAN EWS: PMI Jawa Tengah membantu dua unit alat Early Warning System (EWS)  untuk dipasang di lokasi longsor Desa Bantar dan Desa Suwidak, Kecamatan Wanayasa.. (SM Banyumas/Castro Suwito)
 
 
 
BANJARNEGARA, suaramerdeka-banyunas.com - Lokasi bencana longsor di Desa Bantar dan Desa Suwidak dipasang  early warning system (EWS) Elwasi, Selasa 1 November 2022.
 
Pemasangan alat tersebut untuk mendeteksi jika terjadi longsor susulan sehingga dapat mengantisipasi jatuhnya korban.
 
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Banjarnegara Andri Sulistyo mengatakan, 
pemasangan Elwasi tersebut merupakan bantuan dari PMI Jawa Tengah. Ada dua unit 
Elwasi yang dipasang, masing-masing di Desa Bantar dan Desa Suwidak.
 
 
“Kami mengapresiasi PMI Jawa Tengah yang membantu pengadaan dan pemasangan Elwasi di Desa Bantar dan Suwidak ini,” katanya.
 
Menurutnya, pemasangan alat diperlukan mengingat lokasi longsor kian mengancam 
permukiman warga.
 
Selain memutus akses penghubung Desa Bantar dan Desa Suwidak, sejumlah fasilitas umum juga terisolasi. Beberapa hektare kebun salak juga rusak akibat terbawa longsor.
 
“Rekahan tanah juga terlihat di lahan permukiman dan mengakibatkan sejumlah rumah warga retak,” jelasnya.
 
 
Pihaknya berharap, dengan dipasangnya Elwasi ini masyarakat akan semakin meningkatkan 
kewaspadaan. Alat tersebut akan memberikan peringatan berupa bunyi sirene jika 
rekahan tanah semakin lebar dan berpotensi longsor.
 
“Jika sirene berbunyi, kami sarankan untuk segera mengungsi menjauh dari sumber suara,” tandasnya. 
 
Dikatakan, Elwasi hanyalah sebuat alat bantu. Dalam upaya pencegahan bencana dan 
pengurangan risiko bencana, justru masyarakat yang memegang kunci.
 
 
Karena itu, setelah pemasangan Elwasi ini selanjutnya masyarakat akan dilatih untuk meningkatkan kapasitas dalam mitigasi bencana. 
 
Sedangkan terkait penanganan akses jalan yang terputus akibat longsor di Desa  Bantar-Suwidak, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Banjarnegara akan membuat jalan baru melintasi lahan milik warga.
 
Pembangunan jalan tersebut dianggarkan sebesar Rp 325 juta dari APBD melalui pos anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT).
 
 
Saat meninjau lokasi bencana di Desa Bantar beberapa waktu lalu, Gubernur Jateng 
Ganjar Pranowo menyatakan cuaca ekstrem diperkirakan masih lama.
 
Karena itu dia meminta agar dipasang detektor longsor atau EWS di lokasi yang rawan longsor. 
 
Apalagi, Banjarnegara juga memiliki EWS karya warga setempat yang harganya tidak 
terlalu mahal. “Biar lebih cepat, kalau perlu kita carikan sponsor dari CSR,”  
ujarnya.***

Editor: Susanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

15.000 Bibit Pohon Ditanam di Dataran Tinggi Dieng

Minggu, 8 Januari 2023 | 21:45 WIB

SICB Kerahkan Anggota Bantu Bersihkan Pasar Darurat

Minggu, 8 Januari 2023 | 21:40 WIB

Polres Banjarnegara Ringkus Begal Taksi Online

Selasa, 3 Januari 2023 | 07:41 WIB

Ganjar Pranowo Kick Off 29 Desa Antikorupsi

Sabtu, 17 Desember 2022 | 05:57 WIB
X