Sejumlah Apotek di Banyumas Masih Jual Obat Sirup, Pilih Beri Edukasi ke Pembeli

- Kamis, 20 Oktober 2022 | 21:53 WIB
MENATA OBAT: Petugas menata deretan obat cair untuk anak di apotik Tugu Batu Prompong Desa Kutasari, Baturraden, Banyumas, Kamis, 20 Oktober 2022. (SMBanyumas/Dian Aprilianingrum)
MENATA OBAT: Petugas menata deretan obat cair untuk anak di apotik Tugu Batu Prompong Desa Kutasari, Baturraden, Banyumas, Kamis, 20 Oktober 2022. (SMBanyumas/Dian Aprilianingrum)

PURWOKERTO, suaramerdeka-banyumas.com - Kendati Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memberikan instruksi untuk tidak menjual obat bebas maupun terbatas dalam bentuk cair untuk sementara, sejumlah apotek di wilayah Kabupaten Banyumas tetap menyediakan obat sirup.

Namun, apoteker tetap akan memberikan edukasi kepada pembeli terkait obat yang akan digunakan.

Salah satu apoteker, Anita Rahmawati mengatakan, pihaknya mendukung instruksi Kemenkes untuk tidak menjual obat sirup.

Tetapi, karena dari pihak produsen mengeluarkan surat keterangan produk tersebut tidak mengandung tiga zat kimia berbahaya yaitu ethylene glycol-EG, diethylene glycol-DEG, dan ethylene glycol butyl ether-EGBE.

Baca Juga: Masyarakat Diimbau Tak Konsumsi Obat Sirup Tanpa Berkonsultasi dengan Tenaga Kesehatan

Ketiga zat tersebut ditengarai menjadi penyebab kasus Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal (Atypical Progressive Accute Kidney Injury).

"Sebenarnya yang dipermasalahkan bukan zat aktifnya, tapi zat pelarutnya," kata apoteker di Apotek Tugu Batu, Desa Kutasari, Kecamatan Baturraden, Banyumas, Kamis, 20 Oktober 2022.

Dia mengakui, sejumlah apotek di Banyumas ada yang memilih untuk menyembunyikan produk obat sirup. Namun, apoteknya memilih untuk tetap memajang di etalase.

Baca Juga: Uji Dugaan Keracunan Siswa MI Pekuncen, Dinkes Kirim Sampel Sirup Spray ke Laboratorium Semarang

Halaman:

Editor: Nugroho Pandhu Sukmono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X