Ratusan Suporter di Banjarnegara Gelar Doa Bersama untuk Tragedi Kanjuruhan

- Senin, 3 Oktober 2022 | 22:08 WIB
DUKA CITA: Beberapa suporter menyalakan lilin tanda duka cita saat doa bersama para suporter klub sepakbola di Banjarnegara atas insiden Aremania di Stadion Kanjuruhan Malang. (SMbanyumas/Castro Suwito)
DUKA CITA: Beberapa suporter menyalakan lilin tanda duka cita saat doa bersama para suporter klub sepakbola di Banjarnegara atas insiden Aremania di Stadion Kanjuruhan Malang. (SMbanyumas/Castro Suwito)
 BANJARNEGARA, suaramerdeka-banyumas.com – Ratusan suporter sepakbola di Kabupaten Banjarnegara, Senin 3 September 2022 malam, menggelar doa bersama di Alun-alun Banjarnegara.
 
Mereka berasal dari 15 kelompok suporter klub sepakbola turut berduka cita dan memanjatkan doa untuk korban insiden Aremania Stadion Kanjuruhan Malang 
 
Suporter tersebut antara lain Jakmania pendukung Persija Jakarta, Aremania pendukung Arema Malang, The Viking pendukung Persib Bandung, Slemania pendukung PSS Sleman, Brahol pendukung Persibara dan lainnya.
 
 
Mereka menggelar doa bersama dan menyalakan lilin sebagai tanda duka cita di Alun-alun Banjarnegara.
 
Dengan hikmat, mereka memanjatkan doa bersama di bawah rintik gerimis.
 
Usai doa bersama, mereka menggemakan anthem Arema ‘Salam Satu Jiwa”, disusul dengan lagu “Sampai Jumpa” yang dipopulerkan band Endang Soekamti.  

Baca Juga: Aksi Simpati Aliansi Suporter Banyumas untuk Tragedi Kanjuruhan; Nyalakan Lilin, Tabur Bunga dan Doa Bersama

Aksi simpatik suporter tersebut mendapat pengamanan dari Polres Banjarnegara.

Bahkan polisi juga ikut memanjatkan doa bersama-sama dengan para suporter.

Koordinator Jakmania Chapter Banjarnegara, M Fadilah mengatakan, insiden di Stadion Kanjuruhan Malang yang menewaskan seratus lebih Aremania membuat duka mendalam bagi persepakbolaan nasional.

Baca Juga: Polres Purbalingga Gelar Operasi Zebra Secara Terpadu

Sebagai bentuk solidaritas sesama soporter, sebanyak 15 kelompok suporter di Banjarnegara berinisiatif menggelar doa bersama.

 “Kita tidak bisa membayangkan seorang ibu, yang melepas anaknya untuk menonton sepakbola, tapi ketika pulang yang datang mobil jenazah,” ujarnya.

Karena itu, dia meminta  seluruh pihak untuk tidak membuat spekulasi atau bahkan menyalahkan salah satu pihak atas insiden tersebut.

Baca Juga: Enam Pemuda Geng Motor Asal Cilacap Jadi Tersangka Perusakan

Pihak berwenang harus mengusut tuntas atas kejadian itu dan menjadi pelajaran agar ke depan sepakbola Indonesia bisa bersih, jujur dan tanpa kekerasan.

Halaman:

Editor: Susanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

15.000 Bibit Pohon Ditanam di Dataran Tinggi Dieng

Minggu, 8 Januari 2023 | 21:45 WIB

SICB Kerahkan Anggota Bantu Bersihkan Pasar Darurat

Minggu, 8 Januari 2023 | 21:40 WIB

Polres Banjarnegara Ringkus Begal Taksi Online

Selasa, 3 Januari 2023 | 07:41 WIB

Ganjar Pranowo Kick Off 29 Desa Antikorupsi

Sabtu, 17 Desember 2022 | 05:57 WIB
X