Dorong Produksi Jamu Aman, BPOM dan PPJAI Perkuat Sinergisitas Penta Heliks

- Sabtu, 24 September 2022 | 12:34 WIB
Peserta kegiatan Sinergisitas Penta Heliks menggelar aksi minum jamu bersama, Jumat 23 September 2022. (SMBanyumas/Gayhul Dhika)
Peserta kegiatan Sinergisitas Penta Heliks menggelar aksi minum jamu bersama, Jumat 23 September 2022. (SMBanyumas/Gayhul Dhika)

CILACAP, suaramerdeka-banyumas.com-Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Loka POM Banyumas bersama Perkumpulan Pelaku Jamu Alami Indonesia (PPJAI) perkuat Sinergisitas penta heliks, guna mendorong produksi jamu yang aman.

Acara yang diselenggarakan di Markas Kopassus Daun Lumbung Cilacap itu, juga diisi pelatihan cara produksi obat tradisional yang baik (CPOTB), Jumat 23 September 2022. 

Kepala Loka POM Banyumas Suliyanto mengatakan, kegiatan ini merupakan sebuah upaya untuk mengembangkan jamu alami yang aman, legal, dan bebas bahan kimia obat (BKO).

Baca Juga: Pagelaran Pantomime Dibidik Pajak Hiburan, Komite Ekonomi Kreatif Banyumas Angkat Bicara

Ia mengakui saat ini masih ada jamu ilegal, tetapi pihaknya terus berupaya mengatasinya, dengan sinergisitas penta heliks yang melibatkan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, tokoh masyarakat, dan media. 

Adapun melalui pelatihan yang digelar Badan POM bersama PPJAI dan perkembangan jamu aman yang semakin besar, ia berharap akan memberikan dampak positif bagi mereka yang masih memproduksi jamu BKO. 

"PPJAI sangat komitmen untuk mengembangkan jamu yang aman," tutur Suliyanto. 

Baca Juga: Tahukah Kamu: Sidekah Ketupat, Tradisi Bakti Warga Dayeuhluhur Sejak Perjalanan Ziarah Raja-Raja Pasundan

Sementara itu, Ketua PPJAI Mukit Hendrayatno menjelaskan, PPJAI sudah sekitar tujuh tahun mengawal jamu tradisional di wilayah Cilacap dan sekitarnya.

Halaman:

Editor: Gayhul Dhika

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X