RS Darurat Covid UMP Segera Dibuka, Ada Layanan Pendampingan Mental dan Spiritual

- Selasa, 27 Juli 2021 | 11:39 WIB
SEGERA DIBUKA: Pemkab Banyumas bersama jajaran pejabat UMP mengecek RS Darurat Covid yang akan segera dibuka dalam waktu dekat ini. (SMBanyumas/dokumentasi BPBD Banyumas) (Nugroho Pandhu Sukmono)
SEGERA DIBUKA: Pemkab Banyumas bersama jajaran pejabat UMP mengecek RS Darurat Covid yang akan segera dibuka dalam waktu dekat ini. (SMBanyumas/dokumentasi BPBD Banyumas) (Nugroho Pandhu Sukmono)

PURWOKERTO, suaramerdeka-banyumas.com - Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) telah membuka Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) yang akan melayani pasien Covid-19.

Rektor UMP, Jebul Suroso, saat persiapan rencana pelaksanaan vaksinasi massal, Senin (26/7/2021) mengatakan, kegiatan operasional rumah sakit ini sudah mendapatkan surat keputusan (SK) bupati.

Dia berujar, RSDC ini bisa menampung sekitar 100 pasien yang terpapar Corona dengan ketegori ringan sampai sedang.

Apabila ada pasien yang bergejala berat, akan dirujuk ke rumah sakit utama, yakni RS Islam Purwokerto maupun rumah sakit milik pemerintah.

Baca Juga: Antisipasi Lonjakan, Hotel Rosenda Banyumas Disulap Jadi RS Darurat Covid-19

"Paling lambat pekan depan sudah kita operasionalkan. Untuk dokter umum kita siapkan empat orang, dokter spesialis juga empat, perawatnya ada 40 orang. Sumber daya tenaga medis kita rekrut dari fakultas yang ada di UMP," katanya.

Dia menjelaskan, RSDC UMP ini akan didukung oleh Fakultas Kedokteran, Fakultas Farmasi, Fakultas Kesehatan, Fakultas Psikologi dan Fakultas Agama Islam UMP.

Dengan demikian, pelayananannya tidak hanya medis semata.

Pasien juga akan mendapatkan pendampingan mental dan spiritual.

Sebelumnya, Rektor UMP juga menjelaskan, pihaknya akan menggelar vaksinasi massal Covid-19 untuk masyarakat dengan kuota sebanyak 5.000 dosis.

Baca Juga: UMP Buka Pendaftaran Vaksinasi Massal Covid-19, Kuota Habis dalam Waktu 9 Jam

Kegiatan ini akan dilaksanakan pada 23-26 Agustus 2021 mendatang.

Wakil Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono berpesan, sebelum ada kepastian kedatangan vaksin, pihak pelaksana sebaiknya tidak menyebarkan undangan terlebih dulu.

Saat pelaksanaan juga harus menghindari kerumunan. Pengaturan jarak peserta harus diperhatikan dan dilaksanakan secara bertahap.

"Jangan sampai warga sudah datang, vaksinnya belum ada. Belajar dari pengalaman vaksinasi massal BUMN beberapa waktu lalu, rencananya vaksin sampai sekian puluh ribu dosis dalam beberapa bulan, ternyata hanya sekian. Warganya pada geger. Sebisa mungkin mengurangi keributan," pesannya.

Baca Juga: Target Naik, Banyumas Terancam Kekurangan Vaksin Covid-19

Menurutnya, sampai saat ini warga Banyumas yang sudah divaksin dua kali kurang dari 10 persen atau total 167.652 orang.

Dari jumlah itu yang sudah vaksin dosis kedua selotar 112 ribuan orang.

"Jadi total vaksin yang baru kita terima dari pemerintah 280.245 dosis," terangnya.

Halaman:

Editor: Nugroho Pandhu Sukmono

Tags

Terkini

PEN Sektor Wisata Untuk Dongkrak Pendapatan Daerah

Selasa, 21 September 2021 | 17:56 WIB

Polresta Banyumas Gelar Pasukan Operasi Patuh Candi 2021

Selasa, 21 September 2021 | 04:46 WIB

Doa Turun Hujan untuk Mensyukuri Nikmat Allah

Selasa, 14 September 2021 | 10:34 WIB
X