Musim Hujan, Banjarnegara Waspada Bencana Longsor

- Selasa, 13 September 2022 | 18:53 WIB
TERTIMBUN LONGSOR: Sejumlah anak sekolah menunggu untuk melintas jalan yang sedang dibersihkan dari material longsor yang menimbun jalan di Desa Mlaya, Kecamatan Punggelan. (SMBanyumas/dokumentasi BPBD Banjarnegara)
TERTIMBUN LONGSOR: Sejumlah anak sekolah menunggu untuk melintas jalan yang sedang dibersihkan dari material longsor yang menimbun jalan di Desa Mlaya, Kecamatan Punggelan. (SMBanyumas/dokumentasi BPBD Banjarnegara)
BANJARNEGARA, suaramerdeka-banyumas.com- Wilayah Kabupaten Banjarnegara mulai memasuki musim hujan sejak awal September 2022.
 
Sejumlah bencana hidrometeorologi khususnya longsor terjadi akibat curah hujan yang terjadi di awal bulan September ini.
 
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara Aris Sudaryanto mengatakan, berdasarkan analisa data dari Stasiun Meteorologi Jateng pada Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), awal musim hujan sejumlah daerah di Jawa Tengah terjadi pada dasarian I bulan September ini. Termasuk di antaranya wilayah Kabupaten Banjarnegara
 
 
“Sifat hujan periode musim hujan 2022-2023 umumnya normal. Namun perlu diwaspadai dampak musim hujan, terutama di wilayah rawan banjir dan longsor,” katanya, Selasa (13/9).
 
Dikatakan, selama tiga hari terakhir sejak 10-13 September ini, pihaknya mencatat telah terjadi 11 kejadian bencana, sebagian besar bencana longsor.
 
BPBD telah menerjunkan tim reaksi cepat untuk melakukan asesmen dan penanganan darurat. 
 
 
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Banjarnegara Andri Sulistyo menambahkan, pihaknya saat ini tengah mempersiapkan penetapan status siaga bencana musim hujan.
 
Penetapan status tersebut didasarkan atas informasi prakiraan cuaca dari BMKG serta sejumlah kejadian bencana yang telah terjadi.
 
“Kami akan menggelar rapat koordinasi lintas sektor untuk penetapan status siaga bencana,” ujarnya.
 
 
Meski demikian, Andri mengimbau camat dan kepala desa untuk memantau kerawanan bencana di wilayah masing-masing.
 
Mengingat, dalam beberapa hari terakhir hujan turun dan telah memicu bencana longsor di sejumlah wilayah.
 
“Tingkatkan koordinasi dengan Forum Penguranga Risiko Bencana (FPRB), destana, dan sukarelawan bencana,” ungkapnya.
 
 
Dikatakan, hujan yang terjadi selama 2 hari menyebabkan jalan tebing setinggi 15 meter longsor di Desa Mlaya, Kecamatan Punggelan, pada Senin 12 September 2022 petang.
 
Material longsor menutup badan jalan sepanjang 5 meter. Proses pembersihan material longsoran selesai pada Selasa 13 September 2022  pukul 10.00.
 
“Jalan desa tersebut merupakan akses utama menuju ke SMPN 6 satu atao Punggelan,” terangnya.***

Editor: Susanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PHRI Banjarnegara Optimistis Pariwisata Terus Tumbuh

Selasa, 15 November 2022 | 19:58 WIB

PRM Petambakan Gelar Salat Gerhana Bulan

Rabu, 9 November 2022 | 08:23 WIB

Lokasi Longsor Bantar-Suwidak Dipasang EWS

Rabu, 2 November 2022 | 12:22 WIB
X