Bentuk Karakter Cinta Tanah Air, Kwarran Kembaran Angkat Budaya Lokal via VLog Edukatif

- Senin, 12 September 2022 | 20:54 WIB
BERPOSE: Pemenang LT II Kwarran Kembaran berpose bersama usai pengumuman di SMK Mulya Bakti, Desa Dukuwaluh, Kecamatan Kembaran, Banyumas Sabtu, 10 September 2022. (SMBanyumas/istimewa)
BERPOSE: Pemenang LT II Kwarran Kembaran berpose bersama usai pengumuman di SMK Mulya Bakti, Desa Dukuwaluh, Kecamatan Kembaran, Banyumas Sabtu, 10 September 2022. (SMBanyumas/istimewa)

PURWOKERTO, suaramerdeka-banyumas.com - Mengangkat budaya dan kearifan lokal dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti Kwartir Ranting (Kwarran) Kembaran, Banyumas yang memanfaatkan vlog edukatif untuk hal tersebut.

Ketua Kwartir Ranting Kembaran, Prasetija Rini, saat gelaran Lomba Tingkat (LT) II di SMK Mulya Bakti, Desa Dukuwaluh, Kecamatan Kembaran, Banyumas Jumat-Sabtu, 9-10 September 2022, mengatakan, budaya dan kearifan lokal merupakan cikal bakal penanaman karakter cinta tanah air.

Pihaknya berupaya hadir sebagai kolaborator setiap pangkalan yang berada di jajarannya untuk menyiapkan generasi terbaik bangsa.

"Kegiatan Kepramukaan yang tersenggara kali ini harus mencerminkan nilai-nilai sportifitas, integritas, dan kreativitas. Sehingga perlu diadakan lomba edukatif yang mengangkat budaya kearifan lokal," kata dia.

Baca Juga: 1.120 Pramuka Penggalang ikuti Lomba Tingkat II Kwarran Pekuncen, Ada Lomba Vlog Potensi UMKM

Adapun kegiatan LT II ini terdiri dari berbagai bidang, mulai dari lomba semaphore, morse, PUPK dan sandi, Menaksir, Peta Lapangan, Pionering Miniatur, PBB tongkat, Bumbung Kemanusiaan, dan Vlog dengan tema "Budaya Kearifan Lokal".

Rini mengatakan, hasil dari pelaksanaan LT II ini diharapkan dapat menjadi persembahan terbaik bagi Kwarran Kembaran saat berkompetisi pada LT III Kwarcab Banyumas yang akan dilaksanakan akhir September ini.

Ketua Panitia Kegiatan Lomba Tingkat II Kwarran Kembaran, Bamas Apriyadi Setiawan menjelaskan, pendidikan kepramukaan harus menjadi pondasi awal terbentuknya karakter peserta didik.

Oleh karenanya, kegiatan kali ini menggunakan pendekatan terstruktur antropologisentris pada video blog yang mengangkat budaya kearifan lokal sebagai point of value.

Halaman:

Editor: Nugroho Pandhu Sukmono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X