Antisipasi Pelanggaran, Polres Cilacap Terjunkan Personel Kawal Distribusi BBM

- Senin, 12 September 2022 | 18:16 WIB
  Foto: SM/Gayhul Dhika  Kapolres Cilacap AKBP Eko Widiantoro foto bersama usai menyerahkan bantuan kepada masyarakat terdampak kenaikan harga BBM, dalam acara FGD, Senin 12 September 2022 (SM Banyumas/Gayhul Dhika Wicaksana)
Foto: SM/Gayhul Dhika Kapolres Cilacap AKBP Eko Widiantoro foto bersama usai menyerahkan bantuan kepada masyarakat terdampak kenaikan harga BBM, dalam acara FGD, Senin 12 September 2022 (SM Banyumas/Gayhul Dhika Wicaksana)
 
CILACAP, suaramerdeka-banyumas.com - Polres Cilacap menerjunkan personel untuk mengawal distribusi bahan bakar minyak (BBM).
 
Pengawalan distribusi BBM dilakukan untuk mengantisipasi adanya pelanggaran, serta memastikan distribusi BBM berjalan dengan baik. 
 
Kapolres Cilacap AKBP Eko Widiantoro mengatakan, sampai sejauh ini distribusi BBM di Kabupaten Cilacap berjalan normal. Ketersediaan BBM juga cukup, serta tidak ada keterlambatan distribusi.
 
 
Menurutnya, kepolisian akan terus mengawal distribusi BBM agar tetap berjalan dengan baik. 
 
"Hampir setiap di pom bensin ada pengawalan minimal satu personal dari polsek jajaran, atau polres," tutur Kapolres, usai membuka FGD untuk menyikapi dampak penyesuaian harga BBM bersama stakeholder terkait, di D'Pillars Resto Cilacap, Senin 12 September 2022. 
 
Selain itu, lanjutnya pihaknya juga melaksanakan patroli ke semua SPBU, sebagai bentuk antisipasi terhadap hal-hal yang tidak diinginkan seperti penimbunan BBM.
 
 
"Apabila ada oknum Polri, petugas SPBU maupun masyarakat melakukan pelanggaran-pelanggaran BBM, akan kita tindak, kita bersama sama  dapat bekerja sama untuk menciptakan situasi tetap aman dan kondusif," ucapnya. 
 
Lebih lanjut, Kapolres mengatakan Focus Group Discussion (FGD) digelar untuk memperoleh masukan maupun informasi dari masyarakat, berkaitan dampak penyesuaian harga BBM oleh pemerintah  di Wilayah Kabupaten Cilacap.
 
Dalam acara itu, hadir pihak terkait seperti Pertamina, dinas/instansi terkait, perwakilan buruh, nelayan, ojek online, Organda, serta mahasiswa. 
 
 
"Harapan kita situasi kondusif dijaga bersama. Kita berikan ruang, beri kesempatan, bila mau menyampaikan pendapat di muka umum kita fasilitasi. Sehingga tidak perlu melakukan kegiatan yang berdampak pada masyarakat lainnya," harapnya. 
 
Sementara itu, Sales Branch Manager Pertamina Patra Niaga wilayah Banyumas, Cilacap, Purbalingga, Farid Akbar menjelaskan, kenaikan harga BBM dipicu oleh kenaikan harga minyak dunia. Kondisi itu membuat pendapatan negara, banyak tersedot untuk subsidi BBM.
 
"2022 awal tahun, harga minyak dunia 75-80 dolar per barel. Dua sampai tiga bulan kemudian pecah perang Ukraina, konflik Laut China Selatan yang mempengaruhi harga minyak dunia," ucapnya dihadapan peserta FGD.***

Editor: Susanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gasak Dua Motor, Pencuri Bergitar Dibekuk Polisi

Jumat, 27 Januari 2023 | 09:47 WIB
X