Lagi-lagi Salah Sasaran, Warga Meninggal 4 Tahun Lalu dan Anak 6 Tahun Tercatat Menerima BST

- Jumat, 23 Juli 2021 | 21:58 WIB
MEMOTRET: Petugas memotret penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) di Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas,  beberapa waktu lalu. (SMBanyumas/Nugroho Pandhu Sukmono) (Nugroho Pandhu Sukmono)
MEMOTRET: Petugas memotret penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) di Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas, beberapa waktu lalu. (SMBanyumas/Nugroho Pandhu Sukmono) (Nugroho Pandhu Sukmono)

PURWOKERTO, suaramerdeka-banyumas.com - Penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) bagi keluarga penerima manfaat (KPM) atau warga terdampak Covid-19 di Kabupaten Banyumas, ditemukan sejumlah kejanggalan.

Di Desa Kemutug Kidul, Kecamatan Baturraden, pemerintah desa setempat menemukan sejumlah penerima diketahui sudah meninggal dunia empat tahun lalu.

Namun namanya masih muncul untuk menerima bantuan senilai Rp 300.000 per bulan. Selain itu,  salah satu penerimanya juga masih anak-anak.

"Dari 14 KPM yang masuk data sebagai penerima BST terdampak Covid-19, ternyata ada empat orang sudah meninggal dunia empat tahun lalu dan satu bocah umur 6 tahun, " kata Kepala Desa Kemutug Kidul Kecamatan Baturraden, Kardi Daryanto.

Baca Juga: Ini Cara Cek Bantuan Sosial Tunai Juli 2021 di cekbansos.kemensos.go.id

Menurutnya, pihak desa sebelumnya tidak pernah mendaftarkan nama yang bermasalah tersebut kepada dinas terkait maupun kepada Kementerian Sosial (Kemensos).

Namun, saat pencairan beberapa waktu lalu, empat warga yang sudah meninggal dan anak umur 6 tahun itu masuk daftar penerima bantuan yang disalurkan melalui Kantor Pos Indonesia.

"Masalah ini sudah kami beritahukan ke Dinsospermades dan pihak Kantor Pos Baturraden dan ini bisa terjadi karena kecerobohan pihak Kemensos dan Kantor Pos yang tidak croos check data ke bawah," tandasnya.

Diungkapkan, pemerintah desa melalui musyawarah desa (Musdes) memutuskan dan mengusulkan warganya yang layak menerima BST dari Kemensos.

Baca Juga: Ini Syarat Penerima BSU Rp 1 Juta Bagi Pekerja Wilayah Level 4

"Kami tidak pernah mengusulkan orang yang sudah meninggal terima BST Covid-19 yang besarannya Rp 300 ribu untuk dua kali penerimaan," ungkapnya.

Menurutnya, kasus seperti itu dapat terjadi karena ketidakakuratan data yang digunakan Kemensos dan Kantor Pos Indonesia selaku pihak penyalur dalam verifikasi dan validasi.

Data-data seperti itu, sejatinya sudah masuk ke dalam data base kesejahteraan sosial yang diverifikasi secara berkala.

Saat dikonfirmasi, Jumat (23/7/2021), Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsospermades) Kabupaten Banyumas, Widarso mengatakan, pihaknya sudah menginformasikan kepada pihak kantor pos setempat untuk menunda pencairan.

Baca Juga: Dana Bantuan JPS Banyumas Dampak PPKM Darurat Cair

Munculnya penerima yang salah sasaran ini, nilai dia, terjadi karena data yang dikeluarkan Kemensos dan diteruskan Kantor Pos Indonesia memakai data yang belum terverifikasi.

Di sisi lain, bisa jadi karena adanya kesalahan sistem bank data di pemerintah pusat.

"Kami sudah perintahkan ke Tenaga Kesejahtraan Sosial Kecamatan (TKSK) untuk kembali melakukan cek dan klarifikasi ke desa," katanya.

Sementara itu Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial, Penanganan Fakir Miskin Dinsospermades, Susetya Dwiningsih mengatakan, penyaluran BST terdampak Covid-19 untuk jatah Mei-Juni akan dicairkan pada bulan Juli.

Besaran uang tunai yang diterima Rp 600.00. Jumlah penerima BST di Kabupaten Banyumas kali ini juga menurun drastis.

"Untuk kali ini penerima BST sebanyak 14.949 KPM. Jumlahnya menurun, dulu pernah sampai sekitar 62 ribu. Ini berkurang, di antaranya  karena ada verval dan data akhir penerimanya diputuskan oleh pusat (Kemensos)," ujarnya.

Editor: Nugroho Pandhu Sukmono

Tags

Terkini

PEN Sektor Wisata Untuk Dongkrak Pendapatan Daerah

Selasa, 21 September 2021 | 17:56 WIB

Polresta Banyumas Gelar Pasukan Operasi Patuh Candi 2021

Selasa, 21 September 2021 | 04:46 WIB

Doa Turun Hujan untuk Mensyukuri Nikmat Allah

Selasa, 14 September 2021 | 10:34 WIB
X