Ingin Tahu Sejuta Cerita Anak Banyumas, Baca Buku yang Satu Ini

- Jumat, 23 Juli 2021 | 21:07 WIB
SERAHKAN PENGHARGAAN: Bupati Banyumas, Achmad Husein menyerahkan buku sejuta cerita anak Banyumas kepda siswa saat peringatan Hari Anak Nasional, Jumat (23/7/2021). (SMBanyumas/dok Humas Pemkab Banyumas) (Agus Wahyudi)
SERAHKAN PENGHARGAAN: Bupati Banyumas, Achmad Husein menyerahkan buku sejuta cerita anak Banyumas kepda siswa saat peringatan Hari Anak Nasional, Jumat (23/7/2021). (SMBanyumas/dok Humas Pemkab Banyumas) (Agus Wahyudi)

PURWOKERTO, suaramerdeka-banyumas.com –  Peringatan Hari Anak Nasional tahun 2021 di Kabupaten Banyumas di antaranya diisi dengan peluncuran buku berjudul "Sejuta Cerita Anak Banyumas", di Graha Satria Purwokerto secara virtual, Jumat (23/7/2021).

Peluncuran dilakukan Forum Anak Banyumas (Fanmas) bersama Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Banyumas.

Ketua Fanmas, Muhammad Aditya Ibnu mengatakan, buku yang dicetak perdana ini berisi 20 judul cerita.

Untuk sementara, buku tersebut dicetak sebanyak 76 eksemplar, sesuai peringatan Hari Ulang Tahun ke 76 Kemerdekaan Indonesia dan akan dicetak ulang dikemudian hari.

Baca Juga: Peringatan Hari Anak Nasional, Jokowi Beri Pesan Tetap Semangat Belajar Meski Tidak di Sekolah

"Buku ini berisikan 20 cerita anak terkait 'aku dimasa pandemi', yang menurut kami terbaik dari 56 anak yang sudah mengirimkan ceritanya. Sebagai apresiasi terhadap anak-anak di Banyumas yang memiliki cerita hebat di masa pandemi dengan cerita yang bermacam-macam, kami kumpulkan dan menjadi buku, yang tentu buku ini akan menjadi cerita kehebatan anak-anak di Banyumas dalam melawan pandemi dimasa yang akan datang," kata Adit.

Dari 20 penulis cerita dalam buku tersebut, Ida Lailatin dari MA Miftahul Huda Rawalo meraih penghargaan Cerita Terbaik.

Ida mengaku senang, tulisannya yang berjudul "Ayahku Itu Pejuang" diganjar penghargaan yang terbaik.

"Saya bercerita tentang ayah yang merupakan seorang tenaga kesehatan yang tidak kenal lelah membantu pasien ditengah pandemi ini," tuturnya.

Baca Juga: Peringatan Hari Anak Nasional, Menkeu: APBN Siap Dukung Masa Depan Anak-Anak Indonesia

Menurutnya, ayahnya yang menjadi tenaga kesehatan itu terlihat lebih sibuk mengurus pasien di rumah sakit. Bahkan, terkadang rela meninggalkan keluarga demi kesembuhan pasien.

Bupati Banyumas, Achmad Husein saat meluncurkan buku, mengatakan, cerita yang disampaikan oleh anak-anak sangat bervarisasi. Ada yang mengeluh, ada yang biasa-biasa saja namun juga ada anak yang termotivasi.

Dia juga meminta mereka untuk terus menerus belajar. Tidak hanya dengan kata-kata dan filosofi tetapi juga bergaul dan bersosialisasi serta mengamati kehidupan.

"Sebaik-baiknya manusia adalah yang bisa memebri manfaat untuk orang lain. Meski ditengah pandemi jangan terlalu banyak bermain HP. Bukan berarti tidak boleh, tapi hanya sebentar saja. Silahkan adakan kegiatan yang dapat membuat badan menjadi bergerak. Karena masa pandemi bisa disekitar rumah saja, kalau sudah selesai nanti pilihlah permainan yang ada interaksi langsung dengan teman lain," ujarnya.

Baca Juga: Peluncuran Buku IDCP, NVCF 2020, dan Booklet Buah Karya dari Perguruan Tinggi

Bupati juga menyinggung tentang filosofi permainan tradisional masa lalu.

Dolanan bocah itu sangat berpengaruh terhadap kehidupan, karena aktivitasnya lebih banyak berinteraksi sehingga memunculkan rasa solidaritas.

Bupati juga meminta anak-anak itu menjadi duta perubahan perilaku.

Mereka harus berani mengingatkan anggota keluarga maupun orang di sekitarnya yang tidak mematuhi protokol kesehatan.

Editor: Nugroho Pandhu Sukmono

Tags

Terkini

PEN Sektor Wisata Untuk Dongkrak Pendapatan Daerah

Selasa, 21 September 2021 | 17:56 WIB

Polresta Banyumas Gelar Pasukan Operasi Patuh Candi 2021

Selasa, 21 September 2021 | 04:46 WIB

Doa Turun Hujan untuk Mensyukuri Nikmat Allah

Selasa, 14 September 2021 | 10:34 WIB
X