Usai Bupati dan Ketua DPRD Debat dengan Pendemo, Aksi Tolak Kenaikan Harga BBM di Purwokerto Sempat Ricuh

- Senin, 5 September 2022 | 22:30 WIB
OLAK KENAIKAN BBM: Mahasiswa gabungan Aliansi Semarak Banyumas menggelar aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM di Alun-alun Purwokerto, Senin, 5 September 2022. (SMBanyumas/Dian Aprilianingrum)
OLAK KENAIKAN BBM: Mahasiswa gabungan Aliansi Semarak Banyumas menggelar aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM di Alun-alun Purwokerto, Senin, 5 September 2022. (SMBanyumas/Dian Aprilianingrum)

PURWOKERTO, suaramerdeka-banyumas.com - Aksi unjuk rasa di Alun-alun Purwokerto, komplek Pendapa Kabupaten Banyumas, Senin, 5 September 2022 sore sempat ricuh.

Massa pendemo merasa kecewa karena Bupati Achmad Husein dan Ketua DPRD Banyumas Budhi Setiawan dianggap tidak memenuhi tuntutan mereka. 

Unjuk rasa gabungan elemen dari sejumlah kampus di Purwokerto yang menamakan diri Aliansi Serikat Masyarakat Bergerak (Semarak), menuntut Pemkab Banyumas memberikan dukungan dan pernyataan menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Sekitar pukul 16.30, Bupati dan Ketua DPRD naik ke atas mobil komando untuk menemui pendemo.

Baca Juga: Tolak Kenaikan Harga BBM, Mahasiswa Kritik Proyek Pemerintah

Dalam dialog tersebut, baik bupati maupun ketua DPRD menyatakan memenuhi tuntutan massa untuk menyampaikan aspirasi mereka kepada Presiden Joko Widodo dan Ketua DPR RI.

Namun keduanya menyatakan bukan pengambil kebijakan, sehingga hanya akan menyampaikan aspirasi tersebut ke pusat.

Tidak berhenti di situ, koordinator aksi, Bagus Hadi Kusuma, meminta jaminan kepada bupati untuk menaikan Upah Minimun Regional (UMR) apabila pemerintah tidak menurunkan harga BBM bersubsidi.

Bupati menyatakan, untuk menentukan UMR membutuhkan kajian yang mendalam.

Halaman:

Editor: Nugroho Pandhu Sukmono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X