Soal Guru Madrasah Asusila, Kemenag Purbalingga: Terancam Diberhentikan

- Kamis, 25 Agustus 2022 | 10:35 WIB
KASUS ASUSILA: Kapolres Purbalingga AKBP Era Johny memberikan keterangan saat koferensi pers ungkap kasus asusila oleh oknum guru di aula Mapolres Purbalingga, Rabu (24/8).
KASUS ASUSILA: Kapolres Purbalingga AKBP Era Johny memberikan keterangan saat koferensi pers ungkap kasus asusila oleh oknum guru di aula Mapolres Purbalingga, Rabu (24/8).

PURBALINGGA, suaramerdeka-banyumas.com- Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Purbalingga menyerahkan kasus dugaan asusila oleh oknum kepala madrasah setingkat SD di Kecamatan Kutasari kepada pihak yang berwenang.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Purbalingga, KH Muh Syafi', Kamis, 25 Agustus 2022 mengatakan, begitu mendapatkan informasi adanya dugaan asusila yang dilakukan oknum ASN PNS tersebut pihaknya langsung turun ke madrasah tersebut dan melakukan tabayyun.

"Pihak kami menemui pengawas dan guru di madrasah itu untuk mendapatkan informasi terkait ditangkapnya kamad atas dugaan kasus pelecehan seksual. Informasi yang kami terima korban bukan anak MI setempat akan tetapi anak SMP," katanya.

Selanjutnya, pihaknya juga berkoordinasi dengan pihak kepolisian terkait hal tersebut. Karena sudaj ditangani oleh pihak yang berwajib, pihaknya serahkan kasus ini kepada pihak-pihak yamg berwenang.

Pihaknya tetap berpegang pada regulasi dan kode etik pegawai negeri sipil. Kalau pangadilan dengan bukti yang meyakinkan bahwa yang bersangkutan benar-benar bersalah, tentu kami akan menindaklanjuti sesuai regulasi.

"Undang-undanf serta kode etik yang berlaku. Yang bersangkutan terancam diberhentikan dari PNS," katanya.

Syafi' menambahkan, dalam PP No 94 tahun 2021 pasal 8 hukuman disiplin terberat pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sbg PNS.

Sedangkan di UU ASN no 5/2014 pada pasal 87 ayat 4 hutuf b disebutkan, PNS diberhentikan dengan tidak hormat karena dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana kejahatan jabatan atau tindak pidana kejahatan yang ada hubungannya dengan jabatan dan /atau pidana umum.

Seperti diberitakan sebelumnya tindakan asusila yang dilakukan oleh oknum guru terjadi lagi di Kabupaten Purbalingga. Tersangka, TN (51), seorang ASN yang menjabat sebagai kepala madrasah setingkat SD di wilayah Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga.

Korban, FH (14) mantan siswa laki-laki yang pernah sekolah di tempat itu. Pelaku melakukan tindakan sodomi terhadap korban sejak tiga tahun lalu. ***

Halaman:

Editor: Susanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sungai Karang dan Bodas Di Purbalingga Dinormalisasi

Minggu, 15 Januari 2023 | 17:29 WIB
X