BP Jamsostek Serahkan Santunan JKM kepada Tenaga Pendidik Keagamaan

- Selasa, 16 Agustus 2022 | 17:45 WIB
SANTUNAN JKM: Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen berfoto bersama dengan ahli waris peserta BPJAMSOSTEK usai menyerahkan santunan jaminan kematian secara simbolis dalam acara Wuskerwil Santri Gayeng Nusantara di Ponpes Tanbihul Ghofilin Mantrianom Banjarnegara. (SMBanyumas/dok )
SANTUNAN JKM: Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen berfoto bersama dengan ahli waris peserta BPJAMSOSTEK usai menyerahkan santunan jaminan kematian secara simbolis dalam acara Wuskerwil Santri Gayeng Nusantara di Ponpes Tanbihul Ghofilin Mantrianom Banjarnegara. (SMBanyumas/dok )
BANJARNEGARA, suaramerdeka-banyumas.com - BPJS Ketenagakerjaan atau BPJAMSOSTEK menyerahkan santunan Jaminan Kematian (JKM) kepada ahli waris almarhum Tubaji Turmidi dan almarhuman Eni Rusmiati.
 
Total santunan yang diberikan sebesar Rp 84 juta.
 
Penyerahan santunan JKM dilakukan oleh Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen kepada ahli waris saat Musyawarah Kerja Wilayah Santri Gayeng Nusantara di Ponpes Tanbihul Ghofilin Mantrianom, Banjrnegara, Minggu 14 Agustus 2022.
 
Penyerahan JKM disaksikan oleh Kepala BPJAMSOSTEK Banjarnegara Ariefnur mewakili Deputi Direktur Wilayah Jateng & DIY, Cahyaning Indriasari.
 
 
Kepala BPJAMSOSTEK Banjarnegara Ariefnur mengatakan, atas nama manajemen menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga dan berharap diberikan ketabahan.
 
Selanjutnya, pihaknya berkewajiban menyerahkan jaminan kematian, karena kedua almarhum tercatat sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.
 
“Kami berharap santunan dari BPJS Ketenagakerjaan ini dapat bermanfaat untuk melanjutkan cita-cita almarhum mensejahterakan keluarga tercinta,” katanya.
 
 
Dikatakan,  Almarhum Tubaji Turmidi meninggal pada 30 Mei 2022 karena sakit. Almarhum tercatat sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan sejak Desember 2021 didaftarkan oleh TPQ Desa Kaliori.
 
Sedangkan almarhumah Eni Rusmiati  yang meninggal karena sakit pada 6 Juli 2021, didaftarkan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan oleh MI Maarif Pagedongan Tengah pada November 2020.
 
Masing-masing ahli waris menerima santunan JKM sebesar Rp 42 juta.
 
 
Ariefnur menyampaikan apresiasi kepada TPQ Kaliori dan MI Maarif Pagedongan yang telah melindungi tenaga pendidiknya. 
 
Diharapkan semua guru dan Tenaga Pendidik Keagamaan dapat terlindungi dalam program BPJAMSOSTEK.
 
“BPJAMSOSTEK sebagai jaring pengaman sosial ini merupakan wujud kehadiran negara dalam rangka menyejahterakan masyarakat. Kami akan terus berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan,” tutup Ariefnur.***
 
 

Editor: Susanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X