Aliansi Masyarakat Banyumas Siap Bongkar Permukafatan Jahat  Penyerahan Aset Kebondalem ke Pihak Lain

- Kamis, 4 Agustus 2022 | 18:05 WIB
AMB DEMI DI KEBONDALEM: Aliansi Masyarakat Banyumas (AMB) menggelar aksi unjuk rasa di kawasan pertokoan Kebondalem Purwokerto, mendesak pemkab mengambilalih kembali aset daerah dikawasan itu, Kamis 4 Agustus 2022. (SM-banyumas/Dian Aprilianingrum-)
AMB DEMI DI KEBONDALEM: Aliansi Masyarakat Banyumas (AMB) menggelar aksi unjuk rasa di kawasan pertokoan Kebondalem Purwokerto, mendesak pemkab mengambilalih kembali aset daerah dikawasan itu, Kamis 4 Agustus 2022. (SM-banyumas/Dian Aprilianingrum-)
 
 
 
PURWOKERTO, suaramerdeka-banyumas.com-Aliansi Masyarakat Banyumas (AMB) menyatakan siap membongkar permukafatan jahat soal penyerahan pengelolaan aset daerah milik Pemkab Banyumas di Kebondalem Purwokerto.
 
Hal itu ditegaskan saat mereka melakukan aksi unjuk rasa di komplek pertokoan Kebondalem, Kamis 4 agustus 2022, melibatkan  puluhan elemen masyarakat yang bergabung dalam aliansi tersebut.
 
Ketua AMB, Sumbadi menyatakan, terjadinya kesepakatan antara pemerintah daerah, dalam hal ini bupati Banyumas dengan pihak pengelola (PT GCG), tanggal 8 Desember 2016 lalu mengakibatkan aset berupa  puluhan rumah oko (ruko), hasil eks perjanjian tahun 1980 dan 1982 yang seharusnya sudah kembali ke pemkab sejak tahun 2012 dan 2014 lalu, kini diserahkan lagi ke pihak ketiga.
 
 
Dalam penyerahan itu, katanya, tidak mengikuti aturan yang benar,seperti lelang dan perjanjian baru terkait sewa-menyewa. Pihak pengelola, ujar dia, justru kemudian menyewakan lagi kepada para penyewa baru, sehingga uang hasilsewa tidak masuk ke kas daerah.
 
Pihaknya menduga ada persengkongkolan jahat, sehingga aset daerah itu tidak bisa dikelola kembali pemkab untuk kepentingan masyarakat yang lebih luas.  
 
Karena itu, dalam demo tersebut, pihaknya mendesak, siapa pun yang terlibat dalam proses penyerahan kembali aset itu, harus diusut dan bertanggungjawab.
 
 
"Akibat adanya persengkongkolan jahat ini, negara (daerah) dirugakan sampai pulhan miliar, karena ruko-ruko itu disewakan lagi. Ini yang harus dibongkar. Termasuk siapa pun pejabat maupun pihak pengelola yang terlibat," katanya saat memimpin demo.
 
Dalam pernyataan sikapnya, AMB menilai ada tiga surat keputusan terkait aset Kebondalem eks perjanjian tahun 1980 dan 1982 yang tidak dilaksanakan sampai sekarang.
 
Meliputi, pertama adanya surat Bupati Banyumas Nomor 180/2017 tanggal  3 November 2017, perihal penghentian segala kegiatan terkait pengelolaan ruko-ruko di komplek pertokoan Kebondalem Purwokerto. 
 
Kedua, suarat sekda Banyumas Nomor 300/5995/2017 tanggal 30 November 2017 perihal penghentian segala kegiatan terkait pengelolaan ruko-ruko di komplek pertokoan kebondalem Purwokerto.
 
 
Dan ketiga, hasil rekomendsi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Nomor 110/LHP/BPK/XVIII.SMG/11/2017 tanggal 27 November 2017. 
 
Atas hal tersebut, lanjut Sumbadi, pihaknya menyatakan, penghuni dan penyewa ruko-ruko yang menghadap  Jl Jenderal Soeprapto dan Jl Gatot Subroto dinilai ilegal. Karena itu mereka diberi waktu untuk segera mengosongkan.
 
"Kami minta mereka menyerahkan bukti sewa ruko ke sekretariat AMB di Limas Agung P8 Nomor 12 Purwokerto Utara. Jika tidak bersedia menyerahkan bukti sewa, kami akan tuntut dan gugat secara hukum," tegasnya.
 
 
Setelah melakukan orasi yang diselingi pemutaran lagu 'Bongkar' dari Iwan Fals mereka berkeliling di kawasan pertokoan, menyerahkan  edaran kepada para penyewa ruko untuk segera mengosongkan tempat usahanya. 
 
Aksi tersebut juga mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian, satpol PP dan petugas Dinas Perhubungan. 
 
Saat berlangsung demo, ada beberapa ruko yang memilih menutup. 
 
 
Sedangkan yang masih buka, sebagian menghentikan aktivitas pelayanan ke komsumen atau pembeli.***
 
 
 

Editor: Susanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Aliansi Masyarakat Cilongok Kembali Gelar Demo

Jumat, 30 September 2022 | 16:46 WIB

Warga Berharap Penertiban PGOT Diintensifkan Lagi

Jumat, 30 September 2022 | 06:17 WIB

Larasatun Ibunda Mayangsari Terkenal Ramah dan Supel

Rabu, 28 September 2022 | 07:57 WIB

Guru Ngaji Kabupaten Banyumas Diusulkan Terima Insentif

Selasa, 27 September 2022 | 12:52 WIB
X