Mantan Kepala Kantor Pos Korupsi Uang Pensiunan dan BPNT, Habis Untuk Kripto, Sempat Kabur ke Bali

- Rabu, 27 Juli 2022 | 19:10 WIB
KORUPSI PENSIUNAN: ES (30) mantan Kepala Kantor Pos Cabang Pembantu Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga diamankan oleh Satreskrim Polres Purbalingga karena diduga korupsi di tempat kerjanya.(SM Banyumas/Dok)
KORUPSI PENSIUNAN: ES (30) mantan Kepala Kantor Pos Cabang Pembantu Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga diamankan oleh Satreskrim Polres Purbalingga karena diduga korupsi di tempat kerjanya.(SM Banyumas/Dok)

PURBALINGGA, suaramerdeka-banyumas.com- ES (30) warga Kaligondang, Purbalingga, mantan Kepala Kantor Pos Cabang Pembantu Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga diamankan oleh Satreskrim Polres Purbalingga karena diduga melakukan tindak pidana korupsi (Tipikor) di tempat kerjanya.

Dia menilep sejumlah uang dana pembayaran gaji ke-13 pensiunan, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), serta hasil penjualan benda pos dan materai mencapai Rp 400 juta lebih.

Kapolres Purbalingga AKBP Era Johny Kurniawan dalam konferensi pers, Rabu 27 Juli 2022 menjelaskan, modus yang dilakukan tersangka yakni menggunakan dana uang pensiunan dan BPNT sebesar Rp. 394.409.977 dan dana hasil penjualan benda pos dan materai sebesar Rp 2.075.100.

Baca Juga: Cegah Wabah PMK, Penyekatan di Perbatasan Cilacap Terus Dilakukan

Dia merinci, uang yang digunakan oleh tersangka yakni dana pensiun ke-13 Taspen Rp 150 juta, pembayaran pensiun ke-13 BTPN Rp 50 juta, penyaluran BPNT Rp 100 juta, sisanya berasal dari penyaluran dana wesel nasional dan internasional serta jasa pelayanan keuangan lainnya.

Tersangka sebelumnya sudah dilakukan pemanggilan sebanyak dua kali namun tidak hadir.

Kemudian kami melakukan penyelidikan, hingga mengetahui keberadaan tersangka. Selanjutnya tersangka dilakukan penangkapan di Denpasar, Bali.

Baca Juga: Polres Metro Jakarta Selatan Sebar Poster Ali Suyatno Kelahiran Cilacap Buron Pelaku Pencabulan Anak 7 Tahun

Dari tersangka diamankan barang bukti diantaranya kumpulan berkas/ dokumen terkait status kepegawaian tersangka, kumpulan berkas/dokumen SOP pengelolaan dana kas operasional dan panjat benda pos, 1 motor Yamaha Xeon, empat buah buku tabungan, uang tunai sebesar Rp 52 juta dan sisa uang tunai sebesar Rp 2,7 juta.

Halaman:

Editor: Susanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Proyek Perbaikan Jalan Senilai Rp 5 M Putus Kontrak

Selasa, 13 September 2022 | 18:14 WIB
X