Masuki 109 Tahun, Muhammadiyah Kini Sudah Punya 23 Cabang Istimewa Internasional

- Selasa, 28 Juni 2022 | 19:03 WIB
BATU PERTAMA: Peletakan batu pertama menandai pembangunan gedung tahfiz SMA Muhammadiyah 1 Purbalingga. (SM Banyumas/Arief Noegroho)
BATU PERTAMA: Peletakan batu pertama menandai pembangunan gedung tahfiz SMA Muhammadiyah 1 Purbalingga. (SM Banyumas/Arief Noegroho)

PURBALINGGA, suaramerdeka-banyumas.com- Memasuki usia 109 tahun, Muhammadiyah terus berkiprah di kancah nasional maupun internasional.

Di kancah internasional, Muhammadiyah ikut aktif dalam penanganan pengungsi Rohingya akibat krisis di Myanmar. Di Palestina juga telah mendirikan dua sekolah, dan mengirimkan dokter.

“Saat ini sudah ada 28 cabang isimewa Muhammadiyah di berbagai negara. Tiga diantaranya yakni di Australia, Amerika Serikat dan Jepang sudah berbadan hukum dari masing masing Negara. Setelah muktamar 48, kader muhammadiyah semakin giat berperan dalam perdamaian dunia," kata Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. Abdul Mu'ti, M.Ed.

Baca Juga: Mulai 1 Juli, Pembelian Pertalite dan Solar Subsidi Harus Terdaftar di MyPertamina

Dia mengatakan hal itu saat menghadiri Semarak Muktamar Muhammadiyah ke 48 dan Milad Ke 63 SMA Muhammadiyah 1 Purbalingga, di Pendopo Dipokusumo.

Sebelumnya, dilakukan peletakan batu pertama pembangunan Gedung Tahfiz SMA Muhammadiyah 1 Purbalingga.

Dia menyampaikan, Indonesia berpotensi menjadi empat besar negara berpengaruh di dunia karena sejumlah faktor. Di antaranya adalah bonus demografi dengan jumlah usia produktif yang cukup tinggi dan sumber daya alam yang melimpah.

Baca Juga: Ceceran Minyak di Dermaga Wijayakusuma, Pertamina: Penyebabnya Masih Diselidiki

Namun demikian, ada sejumlah persoalan yang dihadapi yakni indeks pembangunan manusia yang masih rendah.

Halaman:

Editor: Susanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Proyek Perbaikan Jalan Senilai Rp 5 M Putus Kontrak

Selasa, 13 September 2022 | 18:14 WIB
X