Soal Ledakan Kebasen Banyumas, Polisi Masih Selidiki Asal Bahan Peledak

- Jumat, 17 Juni 2022 | 14:55 WIB
POLISI mengamankan lokasi dan memasang garis polisi di lokasi ledakan rumah yang menghimpun obat petasan do Leler Randegan Kebasen Selasa 14 Jjni 2022.(SM Banyumas/Dian Aprilianingrum)
POLISI mengamankan lokasi dan memasang garis polisi di lokasi ledakan rumah yang menghimpun obat petasan do Leler Randegan Kebasen Selasa 14 Jjni 2022.(SM Banyumas/Dian Aprilianingrum)

BANYUMAS, suaramerdeka-banyumas.com-Polisi masih menyelidiki asal bahan peledak atau petasan yang dikumpulkan, diracik dan dipasarkan oleh Ahmad Gustomi (28) korban meninggal akibat ledakan di Dusun Leler, Desa Randegan, Kecamatan Kebasen.

Seperti diketahui selain menewaskan satu orang, dua rumah yaitu milik Sajam, ayah korban meninggal dan Sobirin rusak porak poranda.

Kapolresta Banyumas, Kombes Pol Edy Suranta Sitepu mengatakan asal bahan peledak yang sebagian meledak di Desa Randegan Selasa (24/6) sore. Saat ini sebagian bahan peledak telah dibawa dan diuji teliti di laboratorium forensik.

Baca Juga: Hewan Kurban Sehat Bisa Dibuktikan Dengan SKKH

"Kita masih menyelidiki asal bahan peledak ini. Beberapa memang sudah yang disisihkan dan tidak seluruhnya dibawa," katanya kepada wartawan.

Kapolresta juga belum bisa menjelaskan secara detail soal berapa jumlah volume bahan peledak yang ada di lokasi kejadian. Adapun jenis bahan peledak ini juga masih diteliti di labfor.

"Nanti kita menunggu hasil dari labfor. Karena memang korban meninggal sehingga tidak bisa dimintai keterangan," katanya.

Baca Juga: Hari Ini, Empat Wakil Indonesia Berjuang di Babak Perempat Final Indonesia Open 2022

Terkait dengan hal itu, Kapolresta mengatakan saat ini pihaknya sedang mencari keterangan saksi mulai dari keluarga dan tetangga. Pasalnya korban meniggal membeli dan meracik bahan peledak petasan ini.

Halaman:

Editor: Susanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X