Perkuat Kinerja Birokrasi, ASN Banyumas Disiapkan Jadi Inovator-Inovator Baru

- Kamis, 16 Juni 2022 | 10:54 WIB
SEKDA Banyumas Wahyu Budi Saptono saat memberikan sambutan di Pendapa Sipanji Purwokerto (SM Banyumas/dok)
SEKDA Banyumas Wahyu Budi Saptono saat memberikan sambutan di Pendapa Sipanji Purwokerto (SM Banyumas/dok)
 
 
PURWOKERTO, suaramerdeka-banyumas.com-Pemerintah Kabupaten Banyumas menggelar acara pembinaan dan motivasi Laboratorium Inovasi dan Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik di Pendapa Sipanji Purwokerto,  Selasa 14 Juni 2022.
 
 Kegiatan diikuti calon inovator yang merupakan ekd peserta Diklat PIM 3 dan 4 Tahun 2021 sebanyak 60 orang. 
 
Kepala Bagian Organisasi Setda Banyumas Rintawati Sandra Dewi menjelaskan, kegiatan Laboratorium Inovasi dan Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik kali ini menjadi sangat istimewa, pasalnya untuk pertama kalinya Kabupaten Banyumas tidak lagi mendapat pendampingan dari Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI. 
 
 
"Bahwasanya Banyumas dinilai dan dianggap sudah mampu untuk menyelenggarakan secara mandiri Labinov dan KIPP kali ini.
Hal ini tentu tidak lepas dari keberhasilan Bupati Banyumas dalam membuat inovasi yang berhasil masuk ke tingkat nasional," katanya.
 
Bupati Banyumas pada tahun ini mengikuti KIPP dengan inovasi Sumpah Beruang atau Sulap Sampah Berubah Uang dan masuk ke dalam top 99 inovasi nasional. Selanjutnya akan dipersiapkan wawancara untuk menghadapi top 45” . 
 
Rintawati menambahkan, kali ini bukan lagi di Kabupaten Banyumas bukan lagi “One Agency, One Innovation” melainkan sudah dapat menjadi “One Peserta One Innovation”. 
 
Sekda Banyumas Wahyu Budi Saptono saat membuka mengatakan, betapa pentingnya untuk terus berinovasi dalam rangka mendukung keberhasilan tercapainya visi dan misi Kabupaten Banyumas.
 
Inovasi inilah yang menjadi sumber untuk terus melakukan perkembangan khususnya di era global seperti saat ini, dimana semua berjalan dengan begitu cepat. 
 
 
“Kita harus terus berinovasi, InsyaAllah keberhasilan OPD juga ditentukan oleh inovasi.
 
Tidak mungkin kita manual dan biasa saja, pasti sudah ketinggalan zaman. Inovasi dan dedikasi adalah kunci keberhasilannya” jelasnya 
 
Lebih lanjut sekda mengatakan, menambahkan, saat ini sudah waktunya untuk saling bergandengan erat dan merapatkan barisan dalam menyamakan persepsi akan apa yang menjadi goal atau tujuan bersama.
 
 
Waktu yang tersisa kini hanya 1 tahun 3 bulan untuk bersama-sama mewujudkan visi dan misi Banyumas.
 
Inovasi yang ada nantinya akan membuat pembangunan menjadi berjalan cepat, efektif, dan efisien. 
 
Wahyu menambahkan, tidak semua inovasi harus menggunakan uang, dengan menggunakan kemauan dan komitmen dari seluruh OPD dan ASN, seluruh karya inovasi yang ada dapat berjalan dengan baik. 
 
 
“Nantinya, kita yang akan mempertanggung jawabkan dan mengisi visi misi Banyumas. Mau tidak mau, suka tidak suka, kita memiliki modal yang luar biasa yaitu one agency one innovation, untuk mencapai goal Banyumas,” kata swkda. ***

Editor: Susanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X