Dua Tahun Cabuli Anak Kandungnya, Ayah Bejat Ini Masih Ngaku Tak Sadar

- Kamis, 2 Juni 2022 | 14:54 WIB
Wakapolres Cilacap Kompol Suryo Wibowo, memberikan keterangan pers mengenai perbuatan cabul ayah kepada anak kandung, Kamis 2 Juni 2022.(SM Banyumas/dok)
Wakapolres Cilacap Kompol Suryo Wibowo, memberikan keterangan pers mengenai perbuatan cabul ayah kepada anak kandung, Kamis 2 Juni 2022.(SM Banyumas/dok)
 
CILACAP, suaramerdeka-banyumas.com- Perbuatan S (40) seorang pencari lobster yang beralamat di Kecamatan Kampung Laut, Kabupaten Cilacap sungguh keji.
 
Ia diketahui telah melakukan perbuatan cabul kepada anak kandungnya sendiri, sejak 2020 lalu. 
 
Sang anak yang masih duduk di bangku SMP kelas IX bahkan sampai mengandung, dengan usia kandungan sudah empat bulan.
 
 
Kendati sudah dua tahun melakukan perbuatan keji itu, tersangka S mengaku melakukan perbuatan itu dalam kondisi tak sadar. 
 
"Saya tidak sadar saat itu," ucapnya dihadapan awak media saat Polres Cilacap menggelar konferensi pers mengenai kasus tersebut, Kamis 2 Juni 2022.
 
Wakapolres Cilacap Kompol Suryo Wibowo mengatakan, perbuatan keji S terungkap ketika sang istri yang juga ibu kandung korban memergoki perbuatannya, pada Maret 2022 lalu.
 
 
Saat itu tersangka S yang juga suaminya, sedang melakukan perbuatan cabul kepada anak kandungnya di kamar rumahnya sendiri.
 
Saat dipergoki, tersangka kemudian mengancam korban dan sang istri agar tidak menceritakan perbuatan itu ke siapapun. 
 
"Namun karena sudah tidak tahan dengan kelakuan suaminya, sang istri akhirnya melaporkan aksi suaminya ke polisi," ucap Wakapolres, Kamis 2 Juni 2022.
 
 
Wakapolres menuturkan, perbuatan keji itu sudah dilakukan tersangka sejak tahun 2020 lalu, atau sudah berlangsung sekitar dua tahun.
 
Tersangka awalnya meminta korban yang juga anak kandungnya untuk mengerik. Setelah itu tersangka kemudian melakukan perbuatan kejinya kepada korban. 
 
Petugas mengamankan barang bukti dari tangan tersangka berupa satu potong celana panjang warna hitam, satu potong baju warna putih.
 
 
Sementara dari korban petugas mengamankan satu potong baju kemeja warna merah, dan satu potong celana panjang warna biru. 
 
Polisi menjerat tersangka dengan Pasal 81 dan atau Pasal  82 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia No. 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Perpu No. 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Republik Indonesia No. 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang. Tersangka diancam penjarapenjara selama 15 tahun. ***

Editor: Susanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X