Sidem Tetuko, Juara I Lomba Penulisan Asal Usul dan Warisan Bersejarah Desa di Banyumas 2022

- Jumat, 27 Mei 2022 | 08:58 WIB
PEMENANG Lomba asal usul dan warisan sejarah desa beserta nominator berfoto bersama usai pengumuman hasil lomba di Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Banyumas Rabu 25 Mei 2022.(SM Banyumas/Dok)
PEMENANG Lomba asal usul dan warisan sejarah desa beserta nominator berfoto bersama usai pengumuman hasil lomba di Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Banyumas Rabu 25 Mei 2022.(SM Banyumas/Dok)
BANYUMAS, suaramerdeka-banyumas.com-Sidem Tetuko dari Desa Kedunguter, Kecamatan Banyumas menjadi juara I  dalam Lomba Penulisan Asal-Usul dan Warisan Bersejarah di Desa Kabupaten Banyumas Tahun 2022 yang digelar Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah  Banyumas
 
Sidem mengangkat sejarah Desa Kedunguter sebagai asal muasal dari Kabupaten Banyumas.
 
Ia mengaku memiliki keresahan terhadap warga Banyumas yang hanya mengetahui tentang sejarah secara umum saja, tanpa mempelajari alur dari awal bagaimana terbentuknya wilayah tersebut.
 
 
“Saya berupaya untuk mengurutkan alur sejarahnya sehingga masyarakat bisa tahu bahwa awal dari Kabupaten Banyumas yaitu di Desa Kedunguter,” papar Sidem saat ditemui setelah pengumuman penjurian.
 
Sidem memanfaatkan lomba ini sebagai media untuk menyebarluaskan informasi sejarah yang telah Ia teliti sejak lama.
 
Tujuan Sidem dan juga peserta lomba lainnya mendapatkan dukungan penuh dari perwakilan Komisi IV DPRD Kabupaten Banyumas, drg Andrias Kartikosari yang juga menghadiri lomba tersebut.
 
 
“Kami dari Komisi IV siap support kalau memang diperlukan untuk melakukan pelatihan penulis, kami akan datangkan tutor khusus,” tutur Andrias.
 
Andrias juga berharap bahwa generasi muda dapat lebih meningkatkan kegiatan menulis terutama di bidang sejarah untuk kemudian dapat diarsipkan kepada generasi mendatang Desa-desa di wilayah Kabupaten Banyumas diyakini memiliki asal-usul dan warisan bersejarahnya tersendiri yang masih jarang diketahui oleh masyarakat.
 
Sekretaris Dinarpusda, Dra. Rustin Harwanti menyatakan bahwa lomba ini ditujukan untuk memenuhi kewajiban Pemerintah Pusat maupun Daerah sesuai Undang-Undang No. 43 Tahun 2007 mengenai Perpustakaan. Dinarpusda telah mengajak 301 desa untuk memperkenalkan sejarahnya.
 
 
“Setelah dua bulan kami lakukan sosialisasi, hanya sebanyak 18 desa yang mengikuti lomba ini,” jelas Rustin.
 
Rustin menilai bahwa minat untuk menulis masih harus terus digalakkan sehingga Ia berharap tahun depan lomba penulisan ini bisa diikuti oleh perwakilan dari seluruh desa di Kabulaten Banyumas.
 
Hasil lomba penulisan ini sendiri diumumkan secara langsung di Kantor Dinarpusda Banyumas pada hari yang sama.(MG02/Zaenab Baragbah)

Editor: Susanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Talud Sungai Ambrol, Dua Rumah Terdampak

Senin, 20 Juni 2022 | 14:19 WIB
X