Di Cilacap, Kasus Penyakit Mulut dan Kuku Ditemukan di Tiga Kecamatan

- Kamis, 19 Mei 2022 | 16:40 WIB
DIANGKAT: Pedagang dan warga mengangkat sapi sakit yang tak bisa berdiri usai diperiksa petugas DInas Perikanan dan Peternakan Banyumas karena terindikasi terkena gejala penyakit mulut dan kuku (PMK) di Pasar Hewan Ajibarang Rabu 11 Mei 2022 ini.(SM Banyumas/dok0
DIANGKAT: Pedagang dan warga mengangkat sapi sakit yang tak bisa berdiri usai diperiksa petugas DInas Perikanan dan Peternakan Banyumas karena terindikasi terkena gejala penyakit mulut dan kuku (PMK) di Pasar Hewan Ajibarang Rabu 11 Mei 2022 ini.(SM Banyumas/dok0

CILACAP, suaramerdeka-banyumas.com - Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak di Kabupaten Cilacap ditemukan di tiga Kecamatan, yaitu Kecamatan Dayeuhluhur, Kecamatan Cilacap Utara, dan Kecamatan Jeruklegi.

Sekda Cilacap Awaluddin Muuri saat memberi keterangan pers mengatakan, kasus positif PMK di Kabupaten Cilacap diketahui setelah sebelumnya dilakukan uji laboratorium pada sampel hewan yang diduga terjangkit PMK.

"Kami bersama OPD, dinas, instansi terkait, bahu-membahu menangani penyakit ini, sejak ada indikasi hewan ternak terkena penyakit di maksud," tuturnya, Kamis 19 Mei 2022.

Baca Juga: Daging Ternak Positif PMK Aman Dikonsumsi Manusia, Dinas Pertanian Siap Bantu Pemotongan Ternak Suspek PMK

Menurutnya adanya temuan kasus positif PMK, setelah sebelumnya dilakukan pemeriksaan laboratorium pada sampel yang diduga terjangkit PMK.

"Hasil pemeriksaan sampel laboratorium yang diterima dari Balai Besar Veteriner Wates, positif PMK," ucapnya.

Adapun hasil sampel yang positif PMK ditemukan di Desa Panulisan Timur, Kecamatan Dayeuhluhur sebanyak empat sampel.

Kemudian, tiga sampel positif ditemukan di Kelurahan Tritih Kulon, Kecamatan Cilacap Utara.

Baca Juga: Antisipasi PMK, Kandang Rusa di Serulingmas Zoo Disterilisasi

Halaman:

Editor: Nugroho Pandhu Sukmono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X