Bikin Sungai Serayu Berlumpur dan Ribuan Ikan Mati, Pengelola Waduk Mrica Minta Maaf

- Jumat, 8 April 2022 | 15:59 WIB
General Manager PT Indonesia Power PGU Mrica Banjarnegara, PS Kuncoro memaparkan kondisi forced majeure pembukaan DDC saat rapat terbatas di komplek Pendapa Si Panji Purwokerto, Jumat, 8 April 2022.  (SMBanyumas/Nugroho Pandhu Sukmono)
General Manager PT Indonesia Power PGU Mrica Banjarnegara, PS Kuncoro memaparkan kondisi forced majeure pembukaan DDC saat rapat terbatas di komplek Pendapa Si Panji Purwokerto, Jumat, 8 April 2022. (SMBanyumas/Nugroho Pandhu Sukmono)

PURWOKERTO, suaramerdeka-banyumas.com - Pengelola Waduk Mrica, PT Indonesia Power PGU Mrica Banjarnegara, meminta maaf kepada masyarakat Banyumas.

Pasalnya, proses penggelontoran sedimen atau flushing yang dilakukan pada 31 Maret dan 6 April lalu membuat ribuan ikan mati serta Perumdam Tirta Satria Banyumas tidak bisa memproduksi air bersih untuk pelanggan selama dua hari.

"Kami atas nama manajemen PLTA Mrica, PT Indonesia Power, mohon maklum dan meminta maaf kepada masyarakat Banyumas dan karena kami sudah menyusahkan rekan-rekan semua. Kami minta bimbingan kepada Pemkab Banyumas untuk mensimultan yang terdampak," ujar General Manajer PT Indonesia Power PGU Mrica, PS Kuncoro, usai rapat terbatas, di Ruang Joko Kaiman, komplek Pendapa Si Panji Purwokerto, Jumat, 8 April 2022.

Kuncoro mengatakan, pihaknya juga siap bertanggung jawab sesuai arahan Bupati Banyumas, Achmad Husein.

Pihaknya akan membantu memulihkan biota Sungai Serayu secara bertahap, melakukan penanaman pohon dan memperbaiki standar operasional prosedur (SOP). 

Dia mengakui selama ini koordinasi dilakukan bersama pemerintah daerah di wilayah hilir seperti Wonosobo dan Banjarnegara.

Baca Juga: Geramnya Bupati Banyumas Saat Ribuan Ikan Mati dan Air Kotor Gara-gara Lumpur PLTA Mrica

Namun dia tak mengira longsoran sedimen terjadi sangat cepat. Pihaknya mengaku khawatir tidak bisa melakukan pembukaan draw drawn culvert (DDC) yang berakibat jebolnya waduk.

"Di bawah air itu ada gunung (sedimentasi), yang itu bertumpuk dari arah Dieng. Akhir tahun 2021 itu kelihatan banget, air yang masuk ke waduk sudah campuran air dan lumpur. Itu yang kami khawatirkan. Kami sudah koordinasi dengan Bupati Wonosobo dan Banjarnegara untuk menanam pohon. Di Wonosobo sudah membuat edaran untuk melakukan (gerakan) Serayu Bersih," jelasnya.

Halaman:

Editor: Nugroho Pandhu Sukmono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X