Geramnya Bupati Banyumas Saat Ribuan Ikan Mati dan Air Kotor Gara-gara Lumpur PLTA Mrica

- Jumat, 8 April 2022 | 14:51 WIB
Bupati Banyumas, Achmad Husein (kiri) bersama General Manager PT Indonesia Power PGU Mrica Banjarnegara, PS Kuncoro menjawab pertanyaan wartawan usai rapat terbatas di komplek Pendapa Si Panji Purwokerto, Jumat, 8 April 2022. (SMBanyumas/Nugroho Pandhu Sukmono)
Bupati Banyumas, Achmad Husein (kiri) bersama General Manager PT Indonesia Power PGU Mrica Banjarnegara, PS Kuncoro menjawab pertanyaan wartawan usai rapat terbatas di komplek Pendapa Si Panji Purwokerto, Jumat, 8 April 2022. (SMBanyumas/Nugroho Pandhu Sukmono)

PURWOKERTO, suaramerdeka-banyumas.com - Bupati Banyumas, Achmad Husein merasa geram karena habitat ikan endemik Sungai Serayu terancam dan mati serta aliran Perumdam Tirta Satria Banyumas tidak bisa memproduksi air bersih untuk 18.000 pelanggan selama dua hari.

Hal itu disebabkan pintu Waduk Mrica dibuka oleh PT Indonesia Power Mrica Power Generation Unit (PGU) sebagai pengelola untuk melakukan flushing (penggelontoran sedimen).

Kekesalan itu nampak pada rapat terbatas yang dihadiri General Manager PT Indonesia Power PGU Mrica, PS Kuncoro, Forkompimda Banyumas, Direksi Perumdam Tirta Satria Banyumas, camat dan tokoh masyarakat, di Ruang Joko Kaiman, komplek Pendapa Si Panji Purwokerto, Jumat, 8 April 2022.

Rapat juga dihadiri Subkoordinator Pelaksana Tugas Perencanaan Operasi dan Pemeliharaan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) Antyarsa Ikana Dani secara virtual. 

Baca Juga: Serayu Banjir Lumpur Lagi, Warga Panen Ikan Lagi

Bupati juga menuntut tiga hal kepada manajemen PLTA Mrica yaitu mengganti kerugian ribuan ikan yang mati dan memperbaiki biota Sungai Serayu, memperbaiki kondisi lingkungan dengan menanam pohon dan meminta maaf kepada masyarakat serta memperbaiki standar operasional prosedur (SOP) sebelum melakukan flushing.

"Tadi sudah dibahas, memang ini kondisi force majeure, kita maklumi. Tapi kan tetap salah. Karena tidak ada koordinasi dengan kita. Kalau ada koordinasi kemungkinan kita sudah bersiap dulu, agar masyarakat siap, PDAM siap," katanya kepada wartawan usai rapat terbatas.

Menurutnya, pihak PLTA Mrica telah mengakui kesalahan tersebut. Mereka juga berkomitmen untuk memberikan ganti rugi.

"Pertama ganti rugi ikan yang harus diberikan ke Sungai Serayu kembali. Kedua PDAM, saya bilang yang PDAM tidak usah minta ganti rugi, tetapi perbaikan ke masyarakat. Wujudnya bisa penanaman pohon di daerah atas (hilir) atau tepi sungai, sehingga pendangkalan akibat sedimentasi jadi lebih sedikit dibanding sekarang," jelasnya.

Halaman:

Editor: Nugroho Pandhu Sukmono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X